Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
LANGKAT – Seorang pemuda bernama M Sahili alias MS (21) tewas usai dikeroyok dan ditusuk sekelompok pria di Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat. Tragisnya, korban awalnya hanya berniat melerai perkelahian yang terjadi di lokasi kejadian.
Peristiwa berdarah itu terjadi di Lapangan Bola Ketapa Negeri Aru, Jalan Kamil Hasyim, Kecamatan Pangkalan Susu, Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Ghulam Yanuar Lutfi mengatakan korban saat itu tengah melintas menggunakan sepeda motor dan melihat adanya keributan di lokasi.
Baca Juga:
"Awalnya korban mencoba melerai perkelahian karena mengenal salah satu pihak yang terlibat. Tapi malah korban yang dikeroyok para pelaku," ujar Ghulam, Jumat (22/5/2026).
Menurut polisi, korban dan para pelaku diketahui tidak saling mengenal sebelumnya. Namun saat korban berusaha menghentikan keributan, ia justru menjadi sasaran pengeroyokan.
Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo mengatakan korban dianiaya secara brutal oleh para pelaku menggunakan tangan kosong dan senjata tajam.
"Korban dipukuli dan ditusuk hingga tidak berdaya," kata David.
Warga yang melihat kejadian itu kemudian membawa korban ke Puskesmas Bukit Jengkol untuk mendapat pertolongan medis. Namun setelah diperiksa, korban dinyatakan meninggal dunia.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi.
Polisi bergerak cepat memburu para pelaku. Empat tersangka akhirnya berhasil ditangkap secara bertahap pada Kamis (21/5/2026) dini hari.
Keempat pelaku yang diamankan masing-masing berinisial AL alias Ences (22), MF alias Faisal (21), ZFS alias Ucut (23), dan RSL alias Atok (23). Seluruhnya merupakan warga Kecamatan Pangkalan Susu.
Dua pelaku pertama ditangkap di Desa Paya Tampak sekitar pukul 02.00 WIB, sedangkan dua lainnya diamankan di Kelurahan Beras Basah sekitar pukul 05.00 WIB.
Saat ini polisi masih mendalami motif awal perkelahian serta kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.
"Kasus ini masih terus kami kembangkan," ujar Ghulam.*
(ds/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.