BREAKING NEWS
Selasa, 26 Mei 2026

Hutan Papua Dibuka 2,5 Juta Hektar, Yorrys Raweyai: Eksploitasi Sudah Terjadi Sejak Lama

Johan - Selasa, 26 Mei 2026 14:30 WIB
Hutan Papua Dibuka 2,5 Juta Hektar, Yorrys Raweyai: Eksploitasi Sudah Terjadi Sejak Lama
Ilustrasi. (foto: Pesta Babi/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Yorrys Raweyai menilai praktik eksploitasi sumber daya alam di Papua bukanlah fenomena baru, melainkan telah berlangsung sejak lama.

Namun, ia menegaskan bahwa kondisi saat ini dinilai semakin mengkhawatirkan, terutama dalam proyek Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke, Papua Selatan.

"Eksploitasi di Papua itu bukan baru. Itu dari dulu ya, kita mesti tahu juga," kata Yorrys di Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Selasa, 26 Mei 2026.

Baca Juga:

Yorrys menyoroti pembukaan lahan dalam skala besar yang mencapai sekitar 2,5 juta hektar di wilayah Papua Selatan.

Menurut dia, angka tersebut menunjukkan potensi tekanan serius terhadap ekosistem hutan dan keberlanjutan lingkungan di daerah setempat.

Ia menekankan bahwa pemerintah tidak dapat memandang kawasan tersebut sebagai lahan kosong yang siap dieksploitasi untuk kepentingan pembangunan.

"Anda tahu bahwa Merauke itu, atau Provinsi Papua Selatan itu, penduduknya kurang daripada satu juta kan. Itu dibongkar hutan itu 2,5 juta hektar," ujarnya.

Yorrys mengaku telah mempertanyakan langsung kebijakan pembukaan lahan tersebut kepada Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.

Salah satu yang ia soroti adalah kejelasan pengelolaan hasil penebangan kayu dari area yang dibuka untuk proyek pangan seperti padi dan tebu.

"Kalau itu dibuka untuk padi dan tebu, pertanyaannya hutan itu dihabisin ke mana gitu? Kan pasti ada pemotongan hutan kan? Pembukaan lahan. Nah, sekarang ini ke mana itu kayu-kayu? Kan ini bukan tandus, ini bukan di Timur Tengah kan," katanya.

Menurut Yorrys, pembukaan hutan dalam skala besar berpotensi menimbulkan dampak ekologis yang serius, termasuk gangguan terhadap keseimbangan lingkungan serta kehidupan masyarakat adat di Papua.

Ia juga mendorong agar isu kerusakan lingkungan tidak hanya menjadi perhatian di Papua, tetapi juga di berbagai wilayah lain yang terdampak proyek strategis nasional.

"Ini harus terus disuarakan, bukan hanya di Papua, tetapi juga di daerah lain yang mengalami hal serupa," ujarnya.*


(km/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Megawati: Banyak Hutan Jadi Perkebunan Sawit, untuk Apa?
Kuasa Hukum Leonardi Minta Jokowi Jadi Saksi di Kasus Dugaan Korupsi Satelit Orbit 123 BT Kemenhan
44 Pendulang Emas Dievakuasi dari Pegunungan Bintang, TNI Sebut Ada Ancaman OPM
Megawati Mengaku Menangis Usai Tonton Film Pesta Babi: Itu Benar Adanya!
Bobby Nasution Tolak Tanda Tangan Proyek Rp484 Miliar RS Haji: Tidak Masuk Akal
Bobby Nasution Siapkan PSEL Medan Raya, Sampah Diolah Jadi Listrik 15 MW
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru