BREAKING NEWS
Selasa, 01 September 2026

Pengungkapan Kematian Sutrimo Dinilai Lamban, Pengamat Desak Polisi Telusuri Bukti Digital hingga Transaksi Rp5 Juta

Administrator - Selasa, 01 September 2026 18:58 WIB
Pengungkapan Kematian Sutrimo Dinilai Lamban, Pengamat Desak Polisi Telusuri Bukti Digital hingga Transaksi Rp5 Juta
Kepolisian melakukan olah TKP kematian penjaga rumah sekaligus kepala rumah tangga mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Sutrimo di depan klinik kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026). (foto: Antara/Luthfia Miranda Putri)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Keluarga kemudian menemukan transfer Rp 5 juta ke rekening Sutrimo dari perempuan berinisial YLD, yang disebut sebagai salah satu anggota ajudan Febrie.

Bambang menilai transaksi tersebut perlu ditelusuri karena dapat memberikan petunjuk mengenai hubungan kerja Sutrimo dan Febrie.

"Terus kemudian yang sekarang diungkapkan terkait ada transaksi ke rekeningan Sutrimo sebelum kembali ke Jakarta. Ini kan juga menarik untuk dicermati," kata Bambang.

Menurut dia, penyidik perlu mengetahui besaran honor Sutrimo selama bekerja. Hal itu dinilai penting untuk menjelaskan tujuan transfer Rp 5 juta tersebut.

"Setiap bulan itu Sutrimo ini mendapatkan gaji berapa?, sehingga diberikan transport yang relatif besar bagi seorang pembantu," ujarnya.

Bambang mengatakan mutasi rekening Sutrimo dapat menjadi salah satu petunjuk dalam mengurai rangkaian kejadian sebelum korban kembali ke Jakarta.

"Ya harusnya bisa jadi alat bukti petunjuk karena ada kontradiksi yang saya sampaikan tadi di awal. Rp 5 juta itu untuk apa saja, kemudian setiap bulan Sutrimo itu mendapatkan honor berapa, gaji berapa, tentunya hal seperti itu bisa ditanyakan kepada keluarga almarhum," kata dia.

Ia juga meminta status Sutrimo dalam rumah tangga Febrie Adriansyah diperjelas.

"Dan harapannya sih semuanya bisa dibuka, status Sutrimo ini di rumah tangga Febrie Adriansyah seperti apa, sampai sekarang kan tidak jelas, masih subangsur," ujarnya.

Selain transaksi keuangan, Bambang menilai polisi perlu memeriksa orang-orang yang mengetahui kondisi Sutrimo sebelum meninggal.

Salah satu nama yang disoroti adalah Febrio Adiono, staf Kejaksaan Agung yang disebut membawa Sutrimo ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring setelah korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di halaman sebuah klinik di Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Bambang menilai Febrio memiliki informasi yang penting untuk mengungkap rangkaian kejadian sebelum Sutrimo meninggal.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Status Kolonel TNI Terduga Terlibat Korupsi MBG Masih Menggantung, Kejagung Kini Periksa 6 Saksi Baru
Misteri Kematian Sutrimo, Keluarga Desak Polisi Temukan HP Korban yang Hilang
Praperadilan Ditolak, Apa Langkah Hukum Lanjutan Kubu Eks Jampidsus Febrie Adriansyah?
Hakim Ungkap Dugaan Penyerahan Rp40 Miliar kepada Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Ada Buih Misterius di Hidung dan Mulut, Hasil Forensik Kematian Sutrimo Segera Terungkap
Kematian Sutrimo Dinilai Tak Wajar, Polda Metro Tunggu Hasil Lab Pekan Ini
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru