BREAKING NEWS
Selasa, 01 September 2026

Pengungkapan Kematian Sutrimo Dinilai Lamban, Pengamat Desak Polisi Telusuri Bukti Digital hingga Transaksi Rp5 Juta

Administrator - Selasa, 01 September 2026 18:58 WIB
Pengungkapan Kematian Sutrimo Dinilai Lamban, Pengamat Desak Polisi Telusuri Bukti Digital hingga Transaksi Rp5 Juta
Kepolisian melakukan olah TKP kematian penjaga rumah sekaligus kepala rumah tangga mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Sutrimo di depan klinik kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026). (foto: Antara/Luthfia Miranda Putri)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

"Ini menjadi pertanyaan publik ya, mengapa penjidi kepolisian di Polda Metro Jaya tidak segera melakukan pemeriksaan pada yang bersangkutan karena kaitannya mereka ini adalah salah diantara saksi-saksi kunci terkait dengan kematian Sutrimo sendiri," kata Bambang.

Menurut dia, keterangan Febrio perlu dicocokkan dengan hasil pemeriksaan forensik dan rekaman kamera pengawas atau CCTV.

"Jadi sepertinya Febrio misalnya sebagai seorang yang membawa korban ke rumah sakit dan juga memiliki informasi-informasi yang sangat kuat terkait psikologi kematian tersebut tentu hal itu juga harus dicocokan dengan hasil forensik CCTV di lokasi dan kemudian pemeriksaan di rumah kediaman Febrie Adriansyah bagaimana Sutrimo terakhir berada sebelum ditemukan bahwa penyiksaan dan pendidikan rumah sakit seperti itu," ujarnya.

Sutrimo ditemukan meninggal pada Kamis, 23 Juli 2026, di halaman sebuah klinik di Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sebelum meninggal, Sutrimo diketahui pulang ke rumah keluarganya di Wlahar, Banyumas, pada 9 Juli 2026.

Berdasarkan keterangan keluarga, ia kemudian diminta kembali ke Jakarta pada 15 Juli 2026.

Sutrimo disebut bekerja menjaga rumah-rumah kosong milik Febrie Adriansyah.

Kuasa hukum Febrie, Firman Wijaya, sebelumnya mengatakan Sutrimo bukan kepala rumah tangga, melainkan pekerja yang bertugas menjaga rumah kosong dan tinggal di lokasi tersebut.

Setelah meninggal, jenazah Sutrimo dimakamkan di Wlahar, Banyumas. Makam tersebut kemudian diekshumasi sekitar tiga pekan setelah pemakaman.

Polisi masih melakukan proses autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian Sutrimo.

Bambang menilai pengungkapan kasus tersebut tidak seharusnya berhenti pada proses ekshumasi.

Menurut dia, penyidik perlu mengumpulkan berbagai bukti dan mencocokkannya untuk membangun rangkaian peristiwa secara utuh.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Status Kolonel TNI Terduga Terlibat Korupsi MBG Masih Menggantung, Kejagung Kini Periksa 6 Saksi Baru
Misteri Kematian Sutrimo, Keluarga Desak Polisi Temukan HP Korban yang Hilang
Praperadilan Ditolak, Apa Langkah Hukum Lanjutan Kubu Eks Jampidsus Febrie Adriansyah?
Hakim Ungkap Dugaan Penyerahan Rp40 Miliar kepada Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Ada Buih Misterius di Hidung dan Mulut, Hasil Forensik Kematian Sutrimo Segera Terungkap
Kematian Sutrimo Dinilai Tak Wajar, Polda Metro Tunggu Hasil Lab Pekan Ini
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru