BREAKING NEWS
Kamis, 24 September 2026

Raup Rp 21 Juta Sebulan dan Ancam Nyawa Pekerja, GAPKI Desak Polisi Sikat Penampung Sawit Curian

Nurul - Kamis, 24 September 2026 16:22 WIB
Raup Rp 21 Juta Sebulan dan Ancam Nyawa Pekerja, GAPKI Desak Polisi Sikat Penampung Sawit Curian
ilustrasi ninja sawit. (Foto: dok. elaeis)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah perkebunan disebut tidak hanya menimbulkan kerugian bagi perusahaan dan petani, tetapi juga mengancam keselamatan pekerja yang melakukan pengamanan di lapangan.

Ketua Serikat Pekerja Perkebunan (SP BUN) PTPN IV, Virman Yuswardi Manik, mengatakan petugas keamanan dan pekerja perkebunan menghadapi risiko kekerasan ketika berhadapan dengan pelaku pencurian.

"Kondisi lapangan mengharuskan petugas security dan pekerja lainnya pertaruhkan nyawa, dalam menghadapi pelaku pencurian yang akan melakukan tindakan kekerasan fisik," ujar Virman, Kamis (24/9/2026).

Baca Juga:

Menurut Virman, dalam sejumlah penindakan ditemukan TBS yang dibawa pelaku mencapai sekitar 160 kilogram dalam sekali angkut. Jumlah tersebut membuat nilai buah sawit yang dicuri dapat mencapai ratusan ribu rupiah dalam satu kali aksi.

Ia menilai aksi pencurian TBS menunjukkan indikasi dilakukan secara terorganisir. Berdasarkan perhitungannya, pelaku disebut dapat memperoleh hasil hingga Rp21 juta dalam sebulan.

Virman menilai besarnya nilai keuntungan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat pencurian TBS terus terjadi di sejumlah kawasan perkebunan.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono mengatakan terdapat pola terstruktur dalam aksi pencurian TBS yang melibatkan sejumlah kelompok.

Menurut Eddy, penanganan perkara seharusnya tidak berhenti pada pelaku yang berada di lapangan. Pihak yang menerima atau menampung hasil curian juga dinilai perlu ditelusuri.

"Tentu para pelaku harus segera ditindak, upaya hukum jangan berhenti pada pelaku lapangan, namun semua harus diusut mulai dari penampung buah sawit dan pihak lain yang menikmati aliran dana ilegal," ucap Eddy.

Ancaman pencurian juga dirasakan petani kelapa sawit swadaya. Salah seorang perwakilan petani, Sularno, mengaku khawatir kebunnya menjadi sasaran pencurian karena kondisi lahan yang sempit dan terbuka.

"Tentu kami merasa khawatir juga, terlebih kebun yang kami miliki lahannya sempit dan terbuka bebas, maka para pelaku pencurian pun dapat dengan mudah menjarah buah sawit yang dimiliki," katanya.

Menurut Sularno, persoalan pencurian TBS perlu mendapat penanganan serius karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan hasil perkebunan. Kondisi tersebut juga menimbulkan risiko keamanan bagi pekerja dan petani yang berada di lapangan.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kompak Melorot ke Bawah Rp 4.000/Kg, Ini Rincian Harga TBS Sawit dan CPO Sumut Terbaru
Truk Sawit Tabrak Tiang Listrik hingga Roboh di Binjai, Jalan Tuanku Imam Bonjol Gelap
Buntut Kayu Gelondongan Saat Banjir Sumut, Bos PT TBS dan Anak Buah Segera Disidang
Menteri Koperasi Resmikan Pabrik Sawit KUD Sejahtera, Dorong Petani Masuk Hilirisasi
B50 Resmi Diluncurkan, Apa Dampaknya bagi Harga Sawit dan Petani?
Klaim Kerugian Ekspor Sawit Rp600 Triliun Dipertanyakan, Akademisi Desak Audit dan Validasi Independen
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru