Prabowo Soroti Mentalitas 'Bangsa Kepiting', Ajak Masyarakat Tinggalkan Sikap Saling Menjatuhkan
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyoroti masih adanya mentalitas saling menjatuhkan yang dinilainya menjadi tantangan bagi bangsa Ind
NASIONAL
JAKARTA – Pemerintah resmi memulai implementasi program biodiesel B50 sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).
Kebijakan ini dinilai berpotensi mengubah peta industri kelapa sawit Indonesia, mulai dari peningkatan permintaan minyak sawit mentah (CPO), kenaikan harga tandan buah segar (TBS) petani, hingga penghematan devisa negara.
Pemerintah menyebut penerapan B50 mampu menghapus impor solar, menghemat devisa hingga sekitar Rp170 triliun, serta membuka peluang penyerapan tenaga kerja yang lebih besar.Baca Juga:
Namun di sisi lain, pelaku industri dan organisasi petani sawit mengingatkan masih ada tantangan yang harus diselesaikan, terutama terkait kebijakan pungutan ekspor CPO.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, menilai implementasi B50 justru dapat memperkuat harga CPO di pasar domestik maupun internasional.
Menurutnya, meningkatnya kebutuhan CPO di dalam negeri otomatis akan mengurangi volume ekspor Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia.
"Kalau implementasi B50 menyebabkan ekspor berkurang, yang terjadi justru kenaikan harga minyak nabati dunia termasuk minyak sawit apabila suplai minyak nabati lain stagnan atau berkurang. Ini justru akan meningkatkan harga CPO dalam negeri, ujung-ujungnya harga TBS petani juga akan naik," ujar Eddy.
GAPKI memperkirakan sekitar 13 juta hingga 20 juta ton CPO akan dialihkan dari pasar ekspor ke pasar domestik untuk memenuhi kebutuhan biodiesel B50.
Berkurangnya pasokan di pasar global diyakini dapat mendorong kenaikan harga minyak nabati dunia, yang kemudian berdampak positif terhadap harga sawit di dalam negeri.
Meski demikian, optimisme tersebut tidak sepenuhnya dirasakan kalangan petani.
Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) mengingatkan adanya dampak dari kenaikan tarif pungutan ekspor CPO menjadi 12,5 persen.
Menurut SPKS, kebijakan tersebut telah menekan harga tandan buah segar (TBS) hingga sekitar Rp833 per kilogram.
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyoroti masih adanya mentalitas saling menjatuhkan yang dinilainya menjadi tantangan bagi bangsa Ind
NASIONAL
DELI SERDANG Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menggerebek sebuah lokasi yang diduga menjadi pusat peredaran narkoba di kawasan p
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa seorang pemimpin harus mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi ma
NASIONAL
JENEWA Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa jumlah kasus kanker di seluruh dunia diperkirakan akan meningkat tajam dala
KESEHATAN
JAKARTA Nilai tukar rupiah diperkirakan masih memiliki peluang menguat hingga berada di bawah level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (
EKONOMI
JAKARTA Realme resmi menghadirkan Realme P4 Lite di pasar Indonesia sebagai varian paling terjangkau dari lini Realme P4 Series. Ponsel
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Pemerintah resmi memulai implementasi program biodiesel B50 sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional se
PERTANIAN AGRIBISNIS
JAKARTA Nama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, kembali menjadi perhatian publik sete
SOSOK
JAKARTA Timnas Perancis akan menghadapi Maroko pada babak perempat final Piala Dunia FIFA 2026. Pertandingan dijadwalkan berlangsung Jum
OLAHRAGA
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Ma&0
HUKUM DAN KRIMINAL