Tembus Top 3 Realisasi Belanja se-Sumut, Kinerja Keuangan Asahan Dipuji BPK RI
ASAHAN Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin mengikuti exit meeting bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Utara di Au
PEMERINTAHAN
MEDAN - Polisi menangkap seorang pria berinisial Dika (37), yang diduga menjadi spesialis penjambretan dengan modus menyamar menggunakan atribut ojek online (ojol) di Kota Medan. Pria tersebut disebut telah beraksi sebanyak 47 kali sejak Juni hingga Oktober 2026. Polisi menembak kaki Dika karena dia disebut berupaya kabur saat pengembangan kasus.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis mengatakan, Dika merupakan warga Jalan Flamboyan Raya, Tanjung Selamat. Menurut polisi, pelaku diduga menjalankan aksinya di wilayah hukum Polrestabes Medan.
"Pelaku ini spesialis jambret yang sudah 47 kali beraksi. Aksi itu dilakukan sejak Juni hingga Oktober," kata Adrian, Senin (19/10/2026).Baca Juga:
Salah satu aksi yang disangkakan kepada Dika terjadi di Jalan Stella IV, Medan Tuntungan, pada Kamis (8/10/2026). Dalam kejadian itu, korban bernama Sarma Siregar (58), seorang pegawai negeri sipil (PNS), mengaku kehilangan tas berisi satu unit laptop setelah dijambret.
Adrian menjelaskan, pelaku diduga menggunakan modus berpura-pura menanyakan alamat kepada korban. Setelah memperoleh informasi, pelaku disebut langsung menarik tas korban dan melarikan diri.
"Modus pelaku pura-pura menanyakan alamat. Setelah alamat diberitahu, pelaku menarik tas korban dan kabur," tuturnya.
Berdasarkan laporan korban, polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap Dika di Jalan Besar Tanjung Anom pada Kamis (15/10/2026).
Menurut Adrian, dalam pemeriksaan awal, Dika mengakui perbuatannya dalam kasus penjambretan terhadap Sarma di Jalan Stella IV.
Polisi juga menyebut laptop milik korban telah digadaikan kepada seseorang berinisial ER seharga Rp 700 ribu.
"Pelaku juga mengaku jika laptop tersebut digadai kepada ER seharga Rp 700 ribu. Namun saat kita lakukan pengembangan, pelaku berupaya kabur sehingga kita beri tindakan tegas," ucap Adrian.
Dika kemudian mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara setelah mengalami luka tembak di bagian kaki.
Adrian mengatakan, Dika diduga kerap menjalankan aksinya seorang diri. Berdasarkan keterangan polisi, uang hasil penjambretan tersebut digunakan untuk mengonsumsi narkoba dan bermain judi online.
ASAHAN Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin mengikuti exit meeting bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Utara di Au
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkap adanya dugaan keterlibatan pihak asing, termasuk dari negara tetangga, dalam kasus ke
NASIONAL
JAKARTA Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi dan koalisi masyarakat s
NASIONAL
JAKARTA Pakar hukum tata negara Denny Indrayana menanggapi pernyataan Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut polemik ijazah d
POLITIK
JAKARTA Partai Gerindra mengeklaim pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah memperkuat ekono
NASIONAL
DELI SERDANG Tim SAR gabungan menemukan Yesi (17), remaja perempuan yang dilaporkan hanyut di Sungai Ular, Desa Denai Kuala, Kecamatan Pan
PERISTIWA
MEDAN Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan menunda pembacaan vonis terhadap Nur Erdian, keponakan Wali Kota Tebing Tinggi Imam Irdia
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Inspektorat Kota Medan merekomendasikan sanksi disiplin sedang terhadap Lurah Dwikora, Rio Rahmad Alam Siregar, setelah kantor kelur
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pemerintah Singapura mengkritik pernyataan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan yang menyebut hutan Ind
INTERNASIONAL
DELI SERDANG Doni alias Doni Pak Cek (40) tewas ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) saat mengendarai mobil Toyota Yaris putih di Kecamat
HUKUM DAN KRIMINAL