Tragedi ini menyentuh emosi banyak warga Kolombia karena Miguel Uribe merupakan cucu mantan Presiden Julio Cesar Turbay dan putra dari jurnalis Diana Turbay yang tewas setelah diculik oleh kartel narkoba Pablo Escobar.
Penembakan Uribe dianggap sebagai serangan terhadap demokrasi, dengan kecaman datang dari seluruh spektrum politik Kolombia dan juga komunitas internasional.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyebut serangan ini sebagai "ancaman langsung terhadap demokrasi," namun juga menyalahkan retorika dari Presiden Kolombia Gustavo Petro.
"Presiden Petro harus menghentikan retorika menghasut dan lebih fokus melindungi tokoh-tokoh politik," kata Rubio.*