Prabowo Kumpulkan 12 Ribu Penggerak MBG, Tegaskan Program Strategis untuk Generasi Emas 2045
BOGOR Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan lebih dari 12 ribu penggerak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam kegiatan bertajuk Bui
NASIONAL
SULTENG -Sebuah insiden kekerasan melibatkan oknum TNI terjadi di SPBU yang terletak di Palu, Sulawesi Tengah, pada Senin (9/12/2024). Insiden ini melibatkan Komandan Rayon Militer (Danramil) Lettu Agus Yado yang menampar petugas SPBU, Asriandi Hamzah, setelah permintaannya untuk mengisi bahan bakar jenis pertalite sebesar 5 liter ditolak.
Kejadian bermula ketika Lettu Agus Yado meminta pengisian BBM di SPBU tersebut. Namun, petugas menolak permintaan tersebut karena Lettu Agus Yado tidak memiliki barcode, yang merupakan syarat baru pengisian BBM yang diberlakukan sejak 1 Desember 2024. Manajer SPBU, Asriandi Hamzah, berusaha menjelaskan kebijakan baru tersebut dan bahkan menawarkan bantuan untuk membuatkan barcode agar Lettu Agus bisa melanjutkan pengisian BBM.
Namun, tawaran tersebut ditolak dan justru memicu kemarahan Lettu Agus Yado, yang kemudian menampar Asriandi Hamzah di bagian pipi. Aksi kekerasan tersebut segera dilaporkan ke satuan tugas Denpom XIII-2 Palu, yang kemudian melakukan mediasi antara kedua pihak.
Setelah proses mediasi yang dilakukan oleh pihak Korem 132/Tadulako, baik Lettu Agus Yado maupun Asriandi Hamzah sepakat untuk berdamai. Dalam pertemuan tersebut, Lettu Agus Yado secara resmi meminta maaf kepada Asriandi Hamzah atas tindakannya. Brigjen TNI Deni Sunawan, Danrem 132/Tadulako, yang turut hadir dalam mediasi tersebut, menegaskan pentingnya penegakan disiplin di lingkungan militer dan menekankan bahwa setiap pelanggaran akan ditindak sesuai aturan yang berlaku tanpa memandang jabatan atau pangkat.
Insiden ini kemudian menjadi viral di media sosial, menarik perhatian banyak warganet. Sebagian dari mereka memberikan sindiran terhadap tindakan oknum TNI tersebut, sementara yang lain mengkritik kebijakan penggunaan barcode untuk pengisian BBM yang dianggap menyulitkan masyarakat.
“Padahal beli bukan minta, masa harus dipersulit dengan barcode lagi,” tulis akun TikTok @a_P97***.
“Pak, seragam dan pangkat serta jabatan terlalu berat buat Agus Yado,” sindir akun @goost***.
Di sisi lain, ada pula warganet yang menilai bahwa tindakan Lettu Agus Yado tidak bisa dibenarkan meskipun menggunakan dinas. “Beliaukan pakai dinas kenapa harus dipersulit… tentu tugas negara lebih penting dari apapun,” tulis @saiful****.
(N/014)
BOGOR Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan lebih dari 12 ribu penggerak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam kegiatan bertajuk Bui
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap dugaan praktik markup dalam sejumlah pengadaan barang di lingkungan Badan Gizi Nasional (B
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa salah satu laporan yang menjadi bagian dari proses pengusutan dugaan k
NASIONAL
JAKARTA Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola Pr
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita sejumlah dokumen penting dan barang bukti elektronik dari Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) da
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara resmi mencopot Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. OK Arya Zulkarnain, dr. Wahy
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap temuan mengejutkan dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MB
HUKUM DAN KRIMINAL
PALEMBANG Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) mengamankan Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berinisial IT dan
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Aceh memeriksa seorang oknum anggota polisi berinisial Aiptu ZK yang mengajukan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kep
HUKUM DAN KRIMINAL