Trump menilai Kuba akan menghadapi tekanan ekonomi berat setelah tumbangnya Maduro, mengingat Venezuela selama ini memasok minyak bersubsidi ke Havana.
"Kuba akan jatuh. Kuba akan kalah telak," ujar Trump.
Trump turut melontarkan ancaman kepada Kolombia dan Presiden Gustavo Petro. Ia menuding Kolombia sebagai pusat produksi dan distribusi kokain global.
Pemerintah AS sebelumnya telah menjatuhkan sanksi terhadap Petro, keluarganya, dan sejumlah pejabat Kolombia atas dugaan keterlibatan dalam perdagangan narkoba.
Washington juga memasukkan Kolombia ke dalam daftar negara yang dinilai gagal bekerja sama dalam perang melawan narkoba, keputusan yang berujung pada pemangkasan bantuan AS.
Ketika ditanya apakah Amerika Serikat akan melakukan operasi militer terhadap Kolombia, Trump menjawab singkat, "Kedengarannya bagus bagi saya."
Rangkaian pernyataan Trump pasca-Venezuela mempertegas arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang semakin ofensif dan unilateral.
Baik sekutu maupun lawan kini dihadapkan pada pertanyaan yang sama: setelah Maduro, siapa target berikutnya?*