Bahlil mengatakan kondisi global saat ini menuntut setiap negara untuk memperkuat ketahanan energi melalui diversifikasi sumber energi.
"Kondisi energi global saat ini sedang tidak menentu. Kita harus lakukan diversifikasi energi agar ketika satu sumber sulit, kita masih punya sumber lain. Beruntung Indonesia memiliki banyak sumber energi alternatif selain fosil," ujar Bahlil, Jumat (8/5/2026).
Ia menambahkan, Indonesia saat ini terus mengembangkan energi terbarukan sebagai bagian dari strategi ketahanan energi nasional, mulai dari pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga program biodiesel dan elektrifikasi kendaraan.
Menurutnya, upaya tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam forum KTTASEAN, yang menekankan pentingnya transisi energi di kawasan Asia Tenggara.
Presiden Prabowo sebelumnya juga menyerukan agar negara-negara ASEAN mempercepat pemanfaatan energi terbarukan dan memperkuat kerja sama kawasan dalam menghadapi potensi krisis energi global.
"Diversifikasi energi bukan lagi pilihan, ini kebutuhan. Kita harus bergerak lebih cepat menuju energi terbarukan," kata Prabowo dalam forum tersebut.
Indonesia, lanjut Bahlil, berkomitmen untuk terus memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus berkontribusi dalam membangun arsitektur energi kawasan yang lebih tangguh, mandiri, dan berkelanjutan di tengah dinamika global.*
(oz/dh)
Editor
: Adelia Syafitri
Dampingi Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Sebut RI Diuntungkan Kekayaan Sumber Energi