BREAKING NEWS
Kamis, 15 Oktober 2026

Anggota Parlemen Malaysia Usul ASEAN Layangkan Protes Diplomatik ke Indonesia Soal Kabut Asap

Administrator - Kamis, 15 Oktober 2026 10:34 WIB
Anggota Parlemen Malaysia Usul ASEAN Layangkan Protes Diplomatik ke Indonesia Soal Kabut Asap
Anggota parlemen Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahman. (Foto: kosmo)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KUALA LUMPUR - Anggota parlemen Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahman mengusulkan agar negara-negara ASEAN mengajukan protes diplomatik kepada Indonesia terkait kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dia juga meminta Malaysia dan Singapura mempertimbangkan tekanan finansial terhadap perusahaan yang diduga terlibat dalam pembakaran lahan.

Seruan tersebut disampaikan Syed Saddiq dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Malaysia 2027 di Dewan Rakyat pada Selasa (13/10/2026).

Dikutip dari Reuters dan New Straits Times, Kamis (15/10/2026), Syed Saddiq menilai negara-negara yang terdampak kabut asap perlu mengambil sikap bersama untuk mendorong penanganan karhutla yang lebih serius.

Baca Juga:

"Kita harus mengirimkan nota diplomatik yang kuat bahwa Malaysia keberatan, dan bukan hanya Malaysia yang keberatan. Hal itu harus disepakati negara-negara ASEAN lainnya yang juga terdampak, seperti Singapura. Kita harus mengirimkan protes diplomatik yang sangat jelas," kata Syed Saddiq.

Dia bahkan mengusulkan agar Indonesia diperlakukan sebagai pihak yang dikucilkan di kawasan jika dinilai tidak cukup serius mengatasi persoalan tersebut.

"Anda perlu memperlakukan mereka sebagai pihak yang dikucilkan di kawasan," ujarnya.

Pernyataan itu merupakan usulan Syed Saddiq sebagai anggota parlemen Malaysia, bukan pengumuman resmi bahwa pemerintah Malaysia atau ASEAN telah memutuskan menjatuhkan sanksi terhadap Indonesia.

Syed Saddiq Usul Tekanan Finansial

Selain mendorong protes diplomatik, Syed Saddiq mengusulkan Malaysia dan Singapura menggunakan pengaruh ekonomi untuk menghentikan aliran pendanaan kepada perusahaan yang terlibat dalam pembakaran lahan di Indonesia.

"Putus akses mereka. Hantam dompet mereka," kata Syed Saddiq.

Dia juga mengajak masyarakat Malaysia menggunakan daya beli mereka untuk menekan perusahaan yang dinilai berkontribusi terhadap masalah kabut asap.

Menurutnya, penanganan persoalan tersebut tidak seharusnya hanya bergantung pada pemerintah. Masyarakat dan pelaku ekonomi juga dinilai dapat ikut mendorong perusahaan agar mematuhi aturan lingkungan.

Meski demikian, Syed Saddiq menegaskan bahwa perusahaan Malaysia yang terbukti terlibat dalam pembakaran hutan dan lahan juga harus ditindak.

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Yayasan Jaga Riau Indonesia Desak Kapolda dan Gubernur Kerahkan Seluruh Kekuatan Padamkan Karhutla
Medan Alami Penurunan Muka Tanah 33 Milimeter per Tahun, Ini Hasil Penelitian Internasional
Bikin Bangga! Pesepak Bola Muda Batu Bara Antar Timnas Putri Indonesia U-17 Lolos ke Piala Asia 2027
Bupati Asahan Evaluasi Program MBG, 81 SPPG Diminta Jaga Kualitas dan Keamanan Makanan
Bareskrim Sikat 9 Perusahaan Sawit Jadi Tersangka Karhutla, 25 Ribu Hektare Lahan Hangus
Ubah Sampah Jadi Cuan! Rully Chairul Azwar Buka Potensi Bisnis Termal Hingga Bahan Bakar Semen
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru