BREAKING NEWS
Kamis, 05 Maret 2026

Yogyakarta Waspada Leptospirosis, 18 Kasus Dilaporkan dengan 5 Meninggal Dunia pada Paruh Pertama 2025

Abyadi Siregar - Minggu, 06 Juli 2025 15:24 WIB
Yogyakarta Waspada Leptospirosis, 18 Kasus Dilaporkan dengan 5 Meninggal Dunia pada Paruh Pertama 2025
gambar ilustrasi leptospirosis (foto: tiktok/@pandangan jogja)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

YOGYAKARTA -Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mencatat 18 kasus leptospirosis sejak Januari hingga akhir Juni 2025, dengan 5 pasien dilaporkan meninggal dunia. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Lana Unwanah, menyatakan bahwa keterlambatan deteksi dini dan akses layanan kesehatan menjadi penyebab tingginya angka kematian.

"Gejala awal leptospirosis seringkali tidak spesifik dan mirip dengan infeksi bakteri atau virus lain, sehingga pasien sering terlambat mendapatkan penanganan medis," ujar Lana saat dikonfirmasi, Senin (30/6).

Untuk mengantisipasi peningkatan kasus, Dinas Kesehatan telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) kewaspadaan leptospirosis agar masyarakat lebih waspada dan meningkatkan upaya deteksi, pencegahan, serta pengendalian penyakit ini.

Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira dan dikenal juga sebagai "demam urine tikus." Penularan terjadi melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan urine hewan pembawa, seperti tikus, anjing, babi, sapi, dan kambing, terutama melalui air atau lingkungan yang tercemar.

Gejala leptospirosis meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot khususnya di betis dan paha, mata serta kulit kekuningan, hingga diare. Masa inkubasi penyakit ini berkisar 2-30 hari dengan rata-rata 7-10 hari.

Pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari kontak dengan air tercemar urine hewan, menutup luka dengan plester tahan air, menggunakan alat pelindung diri saat berada di lingkungan berisiko, serta melakukan vaksinasi hewan dan pengendalian populasi tikus.

Yogyakarta termasuk salah satu wilayah endemis leptospirosis di Indonesia, bersama beberapa provinsi lain seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Bali.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera mengakses layanan kesehatan jika mengalami gejala, guna mencegah komplikasi fatal akibat leptospirosis.*

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru