INALUM Dorong Kepedulian Lingkungan Lewat Kompetisi Jurnalistik IN-Journal 2026
BATU BARA PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan dunia jurnalistik dengan m
NASIONAL
JAKARTA – Kunyit selama ini dikenal sebagai salah satu rempah yang kerap digunakan dalam berbagai masakan tradisional Indonesia.
Namun di balik warna kuning keemasannya yang khas, kunyit ternyata menyimpan manfaat besar bagi kesehatan usus dan sistem pencernaan.
Menjaga kesehatan usus umumnya identik dengan mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah dan sayuran, serta makanan fermentasi seperti yogurt dan kimchi.Baca Juga:
Namun, ahli gizi Kristen Lorenz, RD, menyebut kunyit sebagai salah satu rempah terbaik yang dapat mendukung kesehatan usus berkat kandungan senyawa aktif bernama kurkumin.
Kurkumin merupakan komponen utama dalam kunyit yang dikenal memiliki sifat antiinflamasi atau antiperadangan yang kuat.
Senyawa ini membantu menjaga lapisan usus tetap sehat dengan mengurangi peradangan yang dapat mengganggu fungsi pencernaan.
Lapisan usus berperan penting dalam menyerap nutrisi yang dibutuhkan tubuh sekaligus menjadi benteng pertahanan terhadap racun dan mikroorganisme berbahaya yang masuk ke saluran pencernaan.
Ketika kondisi lapisan usus tetap terjaga, proses pencernaan dan penyerapan nutrisi dapat berlangsung lebih optimal.
Selain itu, efek antiinflamasi kurkumin juga dikaitkan dengan penurunan risiko gangguan pencernaan yang berhubungan dengan peradangan, termasuk inflammatory bowel disease (IBD) atau penyakit radang usus.
Tak hanya melindungi lapisan usus, kunyit juga berperan dalam menjaga keseimbangan mikrobioma usus.
Mikrobioma merupakan kumpulan mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan dan memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Menurut Lorenz, kunyit dapat mendukung pertumbuhan bakteri baik seperti Bifidobacterium dan Lactobacillus.
Pada saat yang sama, kunyit membantu menghambat perkembangan bakteri atau patogen yang merugikan.
Keseimbangan bakteri usus menjadi faktor penting karena berpengaruh terhadap proses pencernaan, penyerapan nutrisi, hingga sistem kekebalan tubuh.
Mikrobioma yang sehat juga dapat membantu menekan risiko peradangan pada saluran cerna.
Selain itu, kunyit diketahui mampu merangsang produksi empedu yang diproduksi oleh hati.
Empedu berfungsi membantu tubuh memecah lemak dari makanan sehingga vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K dapat diserap secara optimal.
Produksi empedu yang baik juga berkontribusi menjaga keseimbangan mikrobioma usus dengan mengurangi jumlah bakteri berbahaya di usus halus.
Meski memiliki banyak manfaat, para ahli mengingatkan bahwa kunyit bukanlah solusi instan untuk mendapatkan usus yang sehat.
Manfaat kunyit umumnya diperoleh melalui konsumsi rutin dalam jangka panjang sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Kesehatan usus tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti asupan serat yang cukup, hidrasi yang baik, pengelolaan stres, kualitas pola makan, dan keragaman makanan yang dikonsumsi setiap hari.
Karena itu, konsumsi kunyit sebaiknya dipadukan dengan makanan prebiotik dan probiotik, memperbanyak serat, serta membatasi makanan ultra-proses agar manfaatnya lebih optimal.
Kunyit juga tergolong mudah diolah dalam berbagai menu harian.
Rempah ini dapat ditambahkan ke dalam sup, tumisan, kari, nasi kuning, hingga minuman herbal seperti jamu kunyit asam.
Dengan cita rasa khas dan kandungan nutrisinya, kunyit menjadi salah satu pilihan sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan usus dan pencernaan dalam jangka panjang.*
(km/ad)
BATU BARA PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan dunia jurnalistik dengan m
NASIONAL
MEDAN Nama mantan Penjabat (Pj) Bupati Langkat, Muhammad Faisal Hasrimy, akhirnya ikut terseret dalam sidang lanjutan perkara dugaan kor
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) online di Kabupaten Batu Bara menuai keluhan. Hingga Sabtu, 20 Juni 2026, hasil seleksi ya
PENDIDIKAN
TOBA Danau Toba bukan sekadar danau terbesar di Indonesia. Danau yang terbentuk dari letusan supervulkanik sekitar 74.000 tahun lalu ini m
PARIWISATA
TAPUT Dua mantan Bupati Tapanuli Utara (Taput) berinisial REN dan NN dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Ketua Perkump
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Ketua Forum Masyarakat Transparansi Sumatera Utara (FORMATSU), Rudy Harmoko SH, meminta Pemerintah Kabupaten Batu Bara dan DPR
NASIONAL
MEDAN Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan Papan Tulis Interaktif (PTI) atau Smartboard senilai Rp29,5 miliar di Dinas Pendidi
HUKUM DAN KRIMINAL
SOLO Presiden ke7 RI, Joko Widodo (Jokowi), akhirnya angkat bicara terkait isu yang menyebut dirinya akan segera bergabung dengan Parta
POLITIK
JAKARTA Ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar menanggapi penangkapan dan penahanan Roy Suryo serta Tyassuma Tifauzia atau dokt
HUKUM DAN KRIMINAL
MALANG Gelombang dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengemuka di Kota Malang, Jawa Timur. Ribuan massa yang terdiri da
PERISTIWA