"Itu saja sudah menghancurkan kehidupan jutaan buruh. Sekarang, ditambah lagi data pribadi kami dijual ke negara lain," tuturnya.
KSPI dan Partai Buruh menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk mengawal isu ini dan menolak segala bentuk kesepakatan yang dianggap merugikan rakyat.
Mereka menegaskan pentingnya menjaga kedaulatan data pribadi sebagai bagian dari kedaulatan bangsa.
"Cabut perjanjian ini, atau kami akan turun ke jalan," tutup Said.*