BPA Luncurkan BPA Fair 2026, Dorong Optimalisasi Lelang Aset Negara dengan Target Rp100 Miliar Lebih
JAKARTA Badan Pemulihan Aset (BPA) resmi meluncurkan BPA Fair 2026 sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pemulihan aset negar
EKONOMI
JAKARTA - Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap perjuangan rakyat Palestina. Dalam aksi akbar bela Palestina yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu pagi (3/8/2025), Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyampaikan bahwa Indonesia akan mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa 10.000 ton beras ke Gaza dalam waktu dekat.
Bantuan tersebut merupakan bentuk nyata solidaritas bangsa Indonesia terhadap penderitaan warga Palestina yang terus mengalami tekanan dan kekejaman dari agresi Israel, termasuk korban jiwa dari kalangan wanita dan anak-anak.
"Kita juga akan mengirimkan bantuan makanan 10 ribu ton beras dalam waktu dekat ke Palestina," ujar Menlu Sugiono dalam orasinya.
Ia menyebutkan bahwa sejak awal konflik memburuk, Indonesia telah menyalurkan bantuan logistik mencapai 4.400 ton, disertai dengan ratusan miliar rupiah dan jutaan dolar Amerika yang dialokasikan untuk dukungan kemanusiaan.
"Ini bentuk dan wujud dari aksi nyata yang kita sebagai bangsa Indonesia lakukan," tegas Sugiono.
Rakyat Palestina Tak Sendirian
Dalam pidatonya yang mengundang haru ribuan peserta aksi, Sugiono menekankan bahwa rakyat Palestina tidak pernah sendiri dalam menghadapi penderitaan mereka. Ia mengatakan, suara dan dukungan rakyat Indonesia akan selalu menyertai perjuangan kemerdekaan Palestina.
"Kepada mereka, kami ingin menyampaikan: Saudara-saudaraku di Gaza dan di Palestina, kalian tidak sendiri, kalian akan selalu diingat, diperjuangkan, dan diperhatikan oleh seluruh rakyat Indonesia," katanya.
Sugiono menyampaikan bahwa dukungan terhadap Palestina bukan semata urusan diplomasi, tetapi juga merupakan panggilan kemanusiaan dan amanat konstitusi Indonesia, khususnya UUD 1945 yang menegaskan bahwa "kemerdekaan adalah hak segala bangsa."
Hubungan Batin Indonesia–Palestina
Dalam orasinya, Sugiono juga menyinggung tentang ikatan batin yang kuat antara rakyat Indonesia dan Palestina. Ia mengatakan bahwa bangsa Indonesia, yang pernah merasakan pahitnya penjajahan, sangat memahami arti kemerdekaan.
"Kita memiliki hubungan batin yang dalam, dan kita ingin kalian bisa merasakan kemerdekaan seperti yang juga kami rasakan," ucap Sugiono, disambut tepuk tangan dan pekikan takbir dari massa aksi.
Aksi bela Palestina ini dihadiri oleh puluhan ribu warga dari berbagai kalangan dan agama. Acara berlangsung damai dengan seruan kemanusiaan yang menggema dari panggung utama, serta doa bersama untuk keselamatan rakyat Palestina.*
JAKARTA Badan Pemulihan Aset (BPA) resmi meluncurkan BPA Fair 2026 sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pemulihan aset negar
EKONOMI
MEDAN Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan menjatuhkan vonis 20 tahun penjara kepada Saiful Bahri alias Pon (47), kurir narkotika
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa Rancangan UndangUndan
POLITIK
BATU BARA Wacana pemekaran wilayah yang mengusung pembentukan Provinsi Sumatera Pantai Timur kembali memantik perhatian publik. Kali ini
POLITIK
JAKARTA Pemerintah terus mendorong penguatan ketahanan energi nasional melalui diversifikasi bauran energi, termasuk opsi pengembangan P
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Indonesia saat ini berada dalam kondisi survival mode ekonomi di tengah
EKONOMI
MEDAN Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya perusahaan menyesuaikan penugasan peserta magang dengan latar be
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memberikan klarifikasi terkait pernyataannya mengenai kebutuhan hingga 19.000 e
EKONOMI
JAKARTA Tim penasihat hukum mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim menyampaikan keberatan atas perce
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengingatkan bahwa risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun 2026 diper
PEMERINTAHAN