Sebanyak 5.755 unit alat berat, 382.044 bahan logistik, dan 3.455 personel telah diterjunkan untuk mendukung penanganan bencana.
Hingga awal November 2025, realisasi anggaran mencapai Rp 261,9 miliar atau 74,4%, dengan fokus pada bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
Sisa anggaran sebesar Rp 89,9 miliar disiapkan untuk menghadapi potensi bencana hingga akhir tahun, mengingat prakiraan curah hujan tinggi mencapai lebih dari 2.500 mm/tahun, menurut BMKG Climate Outlook 2025.
Optimisme Meski Longsor Masih Ada
Diana menyatakan optimistis akses jalan akan semakin terbuka karena badai Siklon Tropis Senyar telah berlalu. Namun, pihaknya tetap waspada terhadap potensi hujan susulan.
"Yang terpenting akses jalan terbuka agar mobilitas logistik tidak terganggu. Semua tim kami siap turun untuk membuka jalan longsor," kata Diana.
Data BNPB mencatat, hingga 2 November 2025, ada 2.715 kejadian bencana di seluruh Indonesia, dengan banjir menjadi yang terbanyak, mencapai 1.337 kejadian (49,24%).*