JAKARTA- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembukaan akses jalan di kawasan terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara.
Hingga Jumat (28/11/2025), jalur sepanjang 30 kilometer dari Tarutung, Tapanuli Utara, menuju Kota Sibolga berhasil dibuka, meski sebagian wilayah masih terisolir.
Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti mengatakan, langkah ini menjadi bagian dari aksi tanggap darurat untuk mempercepat mobilitas logistik dan bantuan bagi korban bencana.
"Tarutung–Sibolga masih perlu ditunggu dulu. Dari atas, sudah kelihatan ada beberapa titik yang bisa masuk 30 km dari total 60 km," kata Diana di Kantor Kementerian PU, Jakarta.
Alat Berat dan Personel Siaga di Lapangan
Kementerian PU telah menurunkan ribuan alat berat ke sejumlah lokasi terdampak bencana.
Namun, kondisi beberapa wilayah, seperti Sipirok, Tapanuli Selatan, masih terhambat oleh banjir, sehingga distribusi alat berat tidak bisa langsung dilakukan.
"Kalau kemarin belum bisa karena alat trailernya susah melewati lokasi, sekarang harus menunggu surut dulu," ujarnya.
Diana menekankan, akses jalan yang terbuka menjadi prioritas utama agar bantuan pangan, logistik, dan medis bisa cepat sampai ke warga terdampak.
Anggaran dan Personel Tanggap Darurat
Kementerian PU mengalokasikan Rp 351,83 miliar untuk kesiapsiagaan dan tanggap darurat bencana sepanjang 2025.
Dari jumlah itu, Rp 300 miliar dialokasikan untuk Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Rp 51,8 miliar untuk Direktorat Jenderal Bina Marga.
Sebanyak 5.755 unit alat berat, 382.044 bahan logistik, dan 3.455 personel telah diterjunkan untuk mendukung penanganan bencana.
Hingga awal November 2025, realisasi anggaran mencapai Rp 261,9 miliar atau 74,4%, dengan fokus pada bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
Sisa anggaran sebesar Rp 89,9 miliar disiapkan untuk menghadapi potensi bencana hingga akhir tahun, mengingat prakiraan curah hujan tinggi mencapai lebih dari 2.500 mm/tahun, menurut BMKG Climate Outlook 2025.
Optimisme Meski Longsor Masih Ada
Diana menyatakan optimistis akses jalan akan semakin terbuka karena badai Siklon Tropis Senyar telah berlalu. Namun, pihaknya tetap waspada terhadap potensi hujan susulan.
"Yang terpenting akses jalan terbuka agar mobilitas logistik tidak terganggu. Semua tim kami siap turun untuk membuka jalan longsor," kata Diana.
Data BNPB mencatat, hingga 2 November 2025, ada 2.715 kejadian bencana di seluruh Indonesia, dengan banjir menjadi yang terbanyak, mencapai 1.337 kejadian (49,24%).*