Malam Ke-4 Ramadhan, Ustad Marasonang Siregar Ajak Umat Muslim Berhias dengan Akhlak Mulia
MEDAN Pada malam ke4 bulan suci Ramadhan, Ustad Marasonang Siregar memberikan tausyiah singkat kepada jamaah Mesjid Isti&039adah di J
AGAMA
ACEH TAMIANG – Progres pembangunan 150 unit hunian tetap (Huntap) di atas lahan 7,5 hektare di Desa Simpang Kanan, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, terus berjalan dengan target penyelesaian pada bulan Mei 2026.
Pembangunan ini menjadi harapan baru bagi masyarakat setempat yang terdampak banjir.
Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Ali Basyah, M.M, kembali meninjau lokasi pembangunan Huntap pada Jumat, 20 Februari 2026, sebagai bentuk komitmen nyata untuk memastikan kelancaran proyek yang ditujukan bagi masyarakat korban banjir.Baca Juga:
Dalam peninjauannya, Kapolda didampingi oleh Dansat Brimob, Koro Log Polda Aceh, Kapolres Aceh Tamiang, serta sejumlah stakeholder terkait.
Menurut Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K, peninjauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa progres pembangunan berjalan sesuai rencana.
Saat ini, pemerataan lahan untuk pembangunan Huntap telah mencapai 80 persen, sementara pembangunan fisik bangunan sendiri telah mencapai 45 persen.

"Pengerjaan dilakukan secara intensif, dari pagi hingga malam, dengan estimasi waktu sekitar 45 hari. Target kami, bulan Mei mendatang, pembangunan harus sudah rampung. Jika memungkinkan, seluruh unit sudah memasuki tahap finishing setelah lebaran atau menjelang hari raya Idul Adha 1447 H," ujar Joko Krisdiyanto dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).
Kabid Humas Polda Aceh menambahkan bahwa pembangunan Huntap ini bukan sekadar soal pembangunan fisik bangunan, tetapi juga tentang mengembalikan rasa aman dan membangkitkan harapan masyarakat yang terdampak bencana banjir.
Program ini bertujuan untuk memberikan rumah yang layak, aman, dan nyaman bagi mereka yang telah lama mengungsi akibat bencana.
"Proyek ini bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi tentang memberikan rasa aman dan membangkitkan harapan bagi masyarakat. Dengan kerja keras dan doa bersama, masyarakat Desa Simpang Kanan dapat segera menempati rumah yang layak, aman, dan nyaman," imbuhnya.
Dalam peninjauan tersebut, Kapolda Aceh menegaskan pentingnya kerja sama antara berbagai pihak, baik dari kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat, untuk menyelesaikan pembangunan Huntap ini tepat waktu.
Kehadiran proyek ini diharapkan tidak hanya mengembalikan kehidupan yang normal bagi korban banjir, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah Aceh Tamiang secara keseluruhan.
Dengan pengerjaan yang berjalan lancar, diharapkan pada akhir tahun 2026, masyarakat Desa Simpang Kanan sudah bisa menempati rumah yang aman dan nyaman.
Kapolda Aceh dan pihak-pihak terkait terus memantau progres pembangunan untuk memastikan tidak ada hambatan yang berarti.*
(ad)
MEDAN Pada malam ke4 bulan suci Ramadhan, Ustad Marasonang Siregar memberikan tausyiah singkat kepada jamaah Mesjid Isti&039adah di J
AGAMA
MEDAN Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan seluruh anggota Polri menjalani tes urine menyusul kasus eks Kapolres Bima AKB
HUKUM DAN KRIMINAL
DELI SERDANG Bupati Deli Serdang dr. Asri Ludin Tambunan bersama Wakil Bupati Lom Lom Suwondo meresmikan kantor baru Dinas Pemadam Kebak
PEMERINTAHAN
ACEH TIMUR Kepolisian Resor (Polres) Aceh Timur menyalurkan bantuan logistik dari Kapolri kepada masyarakat terdampak bencana di wilayah
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempati posisi teratas dalam survei popularitas menteri Kabinet Merah Putih versi Indeks
NASIONAL
JAKARTA Hasil survei nasional terbaru Indekstat menempatkan sektor ekonomi sebagai isu paling mendesak yang harus segera diselesaikan ol
EKONOMI
JAKARTA Survei terbaru Indekstat mengungkap bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program pemerintahan PrabowoGibran yang pa
PEMERINTAHAN
JAKARTA Survei terbaru lembaga Indekstat mengungkap ketidakpastian publik terhadap potensi kembalinya peran TNI dan Polri dalam politik
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Survei terbaru yang dirilis lembaga Indekstat menunjukkan adanya perbedaan signifikan tingkat keyakinan publik terhadap masa dep
NASIONAL
ACEH TENGAH Lubang tanah raksasa di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Aceh, terus meluas hingga mencapai luas sekitar 27.000 meter persegi.
PERISTIWA