BREAKING NEWS
Kamis, 18 Juni 2026

Ketua Badan Kehormatan Bela Anggota DPRD Jember Merokok Saat Rapat: Apa Bedanya dengan Ngopi dan Makan? Tembakau Identitas Masyarakat Setempat

Johan - Minggu, 17 Mei 2026 12:32 WIB
Ketua Badan Kehormatan Bela Anggota DPRD Jember Merokok Saat Rapat: Apa Bedanya dengan Ngopi dan Makan? Tembakau Identitas Masyarakat Setempat
anggota DPRD Jember Achmad Syahri Assidiqi yang terlihat bermain gim sambil merokok saat rapat dengar pendapat (RDP). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JEMBER — Polemik anggota DPRD yang merokok saat rapat kembali menjadi sorotan publik setelah Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Jember, Mohammad Hafidi, angkat bicara soal video viral anggota dewan Achmad Syahri Assidiqi yang terlihat bermain gim sambil merokok saat rapat dengar pendapat (RDP).

Video tersebut menjadi perhatian publik karena rapat itu membahas isu serius di sektor kesehatan, mulai dari stunting, campak, angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB), hingga Universal Health Coverage (UHC).

Hafidi mengaku menerima banyak respons dari masyarakat usai video itu viral di media sosial.

Baca Juga:

Menurut dia, sebagian warga justru mempertanyakan mengapa aktivitas merokok dipersoalkan, sementara kebiasaan makan atau minum kopi saat rapat kerap dianggap hal biasa.

"Di lain pihak masyarakat menyampaikan, apa bedanya merokok dengan menyediakan kopi ketika rapat? Apa bedanya rapat sambil makan-makan?" kata Hafidi, Minggu, 17 Mei 2026.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu menilai persoalan rokok di Jember tidak bisa dilihat hanya dari sisi kesehatan semata.

Menurutnya, tembakau telah menjadi bagian penting dari identitas sosial sekaligus penggerak ekonomi masyarakat setempat.

Ia menegaskan komoditas tembakau memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah daerah.

Bahkan, lambang Pemerintah Kabupaten Jember disebut menggunakan simbol daun tembakau sebagai representasi identitas wilayah.

"Yang menggunakan logo daun tembakau itu cuma Jember," ujarnya.

Menurut Hafidi, sektor tembakau selama ini telah menjadi sumber penghidupan bagi ribuan warga dan membantu banyak keluarga menyekolahkan anak-anak mereka.

"Tembakau di Jember itu mampu menghidupi dan menyekolahkan sekian puluh ribu anak-anak," katanya.

Meski begitu, Hafidi meminta polemik tersebut tidak dibahas secara hitam putih.

Ia mendorong publik melihat persoalan secara lebih menyeluruh, termasuk dari sisi manfaat ekonomi yang dihasilkan sektor tembakau.

"Jangan hanya dilihat dari sisi mudaratnya, tetapi manfaatnya juga ayo kita kaji," ucapnya.

Sebelumnya, Muhammad Fawait juga turut menanggapi polemik tersebut. Ia mengaku terkejut melihat budaya merokok dalam rapat resmi di lingkungan pemerintahan daerah.

Menurut Fawait, selama menjabat sebagai anggota DPRD Jawa Timur, ia hampir tidak pernah melihat peserta rapat merokok dalam forum resmi.

Namun kondisi berbeda justru ditemuinya setelah menjabat sebagai kepala daerah di Jember.

"Pas masuk ke Jember itu banyak yang ngerokok. Bukan cuma anggota DPR loh ya, kepala OPD juga banyak yang ngerokok," katanya.

Fawait bahkan menyebut viralnya kasus tersebut kemungkinan karena momen anggota dewan tersebut sedang "apes" karena terekam kamera dan menyebar luas di media sosial.

"Jangan-jangan yang merokok karena memang diperbolehkan. Cuma pas lagi apes viral saja," ujar Fawait.

Kasus ini memicu perdebatan publik soal etika pejabat publik dalam forum resmi, terutama ketika rapat membahas isu kesehatan masyarakat yang sensitif.*


(km/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tiket Pesawat Bisa Makin Mahal, AHY Ungkap Biang Keroknya
10 Mata Uang dengan Nilai Terendah terhadap Dolar AS, Rupiah Masuk!
DPR Ungkap Makna Tersirat Pernyataan Prabowo Soal Rupiah Melemah: Redam Kepanikan Publik
Prabowo Minta Publik Sabar Soal Program Pemerintah: Jangan Nilai Sekarang, Tunggu 20 Tahun untuk Lihat Hasilnya!
Prabowo dari Cebu, El Nino, La Nina dan Cincin Api
Siswa MI di Sidoarjo Kirim Surat ke Prabowo: Terima Kasih Makan Bergizi Gratis, Pak
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru