BREAKING NEWS
Senin, 18 Mei 2026

99 Persen Wilayah Terdampak Bencana di Sumatera Bersih dari Lumpur, Pemulihan Hampir Tuntas

Raman Krisna - Senin, 18 Mei 2026 07:12 WIB
99 Persen Wilayah Terdampak Bencana di Sumatera Bersih dari Lumpur, Pemulihan Hampir Tuntas
Satgas PRR melibatkan berbagai unsur guna mempercepat proses penanganan pemulihan pascabencana Sumatera, salah satunya pengerahan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). (foto: Dok. Satgas PRR)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Upaya pembersihan material lumpur di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hampir seluruhnya rampung.

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mencatat, hingga 12 Mei 2026, sebanyak 690 dari total 691 titik sasaran telah selesai dibersihkan atau setara 99,86 persen.

Data Satgas PRR menunjukkan seluruh lokasi terdampak di Aceh dan Sumatera Barat telah ditangani sepenuhnya.

Baca Juga:

Sementara di Sumatera Utara, proses pembersihan masih menyisakan satu titik yang saat ini dalam tahap penanganan akhir.

Juru Bicara Satgas PRR, Amran, mengatakan capaian tersebut menandai percepatan signifikan dalam proses pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera.

Hampir seluruh area yang sebelumnya tertimbun material lumpur kini telah kembali dapat diakses masyarakat.

"Di Sumatera Barat seluruh titik sudah bersih seluruhnya. Di Sumatera Utara juga tinggal satu lokasi yang masih dalam proses penanganan," kata Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Pembersihan lumpur disebut menjadi tahapan krusial dalam proses rehabilitasi, terutama untuk membuka kembali akses permukiman warga serta menggerakkan aktivitas sosial dan ekonomi yang sempat terhenti akibat bencana.

Di Aceh, proses pembersihan dilakukan di sejumlah wilayah terdampak seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie, hingga Bireuen.

Aceh Tamiang tercatat sebagai wilayah dengan titik penanganan terbanyak, yakni 259 lokasi, yang seluruhnya telah dinyatakan selesai.

Untuk mempercepat penanganan di lapangan, Satgas PRR turut melibatkan berbagai unsur, termasuk Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang diterjunkan dalam beberapa gelombang ke wilayah terdampak, khususnya Aceh Tamiang.

Selain itu, pemerintah juga menerapkan skema cash for work dengan melibatkan warga setempat dalam proses pembersihan.

Skema ini tidak hanya mempercepat penanganan lumpur, tetapi juga memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat terdampak selama masa pemulihan.

Keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah, aparat, maupun masyarakat, menjadi faktor utama percepatan pemulihan pascabencana.

Dengan hampir seluruh titik telah bersih, aktivitas warga di wilayah terdampak mulai kembali bergerak menuju normalisasi.*


(ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Senin 18 Mei 2026: Sebagian Besar Wilayah Hujan Ringan
Prakiraan Cuaca Sumut Hari Ini, Senin 18 Mei 2026: Sebagian Besar Wilayah Berawan
Ramai Dipertanyakan, Wali Kota Medan Akhirnya Ungkap Alasan ke Luar Negeri
Mengingat Kembali Strategi BJ Habibie dalam Menstabilkan Rupiah di Krisis 1998: Dari Rp 17.000 ke Rp 6.500
Wagub Sumut Sebut HUT ke-154 Jadi Momentum Kota Binjai Naik Kelas Jadi Kota Kompetitif dan Maju
Polda Aceh Tegaskan Isu Bupati Aceh Timur Jadi Tersangka Korupsi Beasiswa 2017 adalah Hoaks
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru