Investor Desak BGN Cabut Moratorium Dapur MBG, 6.000 SPPG Diklaim Mangkrak: Kami Ditagih Rentenir!
JAKARTA Massa yang tergabung dalam Presidium Aliansi Rakyat Pendukung Makan Bergizi Gratis (MBG) meminta Badan Gizi Nasional (BGN) menca
NASIONAL
JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menyoroti masih kuatnya ego sektoral di lingkungan kementerian pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
AHY menyebut masih ada kementerian yang merasa paling penting hingga saling berebut anggaran dalam menjalankan program pemerintahan.
Menurut AHY, kondisi tersebut berpotensi menghambat efektivitas pembangunan nasional karena minimnya koordinasi antarlembaga dan kurangnya integrasi program.Baca Juga:
"Sekarang terlalu sering, termasuk di birokrasi antarkementerian dan lembaga itu seperti ada sekat-sekat, seperti ada barriers, ego," kata AHY, dikutip Sabtu (23/5/2026).
Ia menilai pola pikir yang mengedepankan kepentingan sektoral harus segera dihilangkan agar program pemerintah berjalan lebih sinkron dan tepat sasaran.
"Paling sering itu ego. Pokoknya gue dulu, gue lebih penting, gue harus lebih banyak anggarannya. Padahal tujuannya sama," sambungnya.
AHY menjelaskan dampak buruk dari lemahnya koordinasi pernah terjadi dalam pembangunan infrastruktur di masa lalu. Ia mencontohkan pembangunan bandara yang tidak didukung akses jalan dan konektivitas memadai sehingga penggunaannya tidak optimal.
"Kita membuat bandara besar, tapi kalau konektivitas menuju bandara tersebut terbatas, akhirnya bandara itu sepi dan tidak maksimal penggunaannya," ujarnya.
Ketua Umum Partai Demokrat itu juga menekankan pentingnya komunikasi lintas lembaga dalam menghadapi tantangan nasional, termasuk ancaman El Nino yang berdampak terhadap sektor pangan.
Menurutnya, koordinasi dengan BMKG menjadi penting agar pemerintah dapat menyiapkan langkah mitigasi seperti pengelolaan bendungan, irigasi, hingga operasi modifikasi cuaca.
AHY mengatakan setiap informasi dan masukan dari berbagai lembaga harus menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan pemerintah agar pembangunan berjalan terintegrasi dan berkelanjutan.
"Itulah pentingnya connection," tegas AHY.
Pernyataan AHY tersebut menjadi sorotan publik karena dinilai sebagai kritik terbuka terhadap pola kerja birokrasi di internal pemerintahan yang masih diwarnai ego sektoral dan perebutan anggaran antarinstansi.*
(tm/dh)
JAKARTA Massa yang tergabung dalam Presidium Aliansi Rakyat Pendukung Makan Bergizi Gratis (MBG) meminta Badan Gizi Nasional (BGN) menca
NASIONAL
JAKARTA Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Pold
HUKUM DAN KRIMINAL
JAYAPURA Tim gabungan Satuan Reserse Kriminal Polresta Jayapura Kota bersama Polsek Abepura menggagalkan dugaan transaksi jual beli amun
HUKUM DAN KRIMINAL
LANGKAT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Langkat nonaktif Sya
HUKUM DAN KRIMINAL
LANGKAT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan penyidikan pasca operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupa
HUKUM DAN KRIMINAL
WASHINGTON D.C. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran telah berakhir s
INTERNASIONAL
JAKARTA Komisi III DPR RI membantah dalil gugatan uji formal UndangUndang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Perubahan Ketiga atas UndangUndan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) resmi masuk sebagai salah satu unsur pendukung dalam sistem pertahanan negara untuk menghadapi ancaman
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), M. Qodari, mengaku terkejut setelah mengetahui adanya impor batu bara dari Amerika S
EKONOMI
JAKARTA Sebuah restoran di Jalan Cipete Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, menjadi lokasi penggeledahan aparat kepolisian pada Rabu (8/7/2
PERISTIWA