Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Relawan lainnya, Hendro Prasetyo, mengatakan dirinya memilih tidak memakan roti yang diberikan karena khawatir dengan keamanan makanan tersebut.
"Kita enggak tahu apakah ada racun atau tidak, sehingga saya melakukan hunger strike atau mogok makan," ujarnya.
Hendro juga mengungkapkan para tahanan sempat dimasukkan ke penjara kontainer yang sangat gelap dan mendapat intimidasi suara ledakan di sekitar lokasi penahanan.
"Disetrum adalah penyiksaan yang paling menyakitkan buat saya," katanya.
Meski mengalami penyiksaan, para relawan menegaskan tidak kapok memperjuangkan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina.
"Yang kami alami jauh lebih ringan dibanding penderitaan rakyat Gaza," ujar Rahendro.
Steering Committee Global Sumud Flotilla, Maimon Herawati, mengatakan proses pembebasan para relawan dilakukan melalui bantuan tim hukum internasional yang telah disiapkan organisasi.
Dari Israel, para relawan akhirnya diterbangkan ke Turkiye sebelum dipulangkan kembali ke Indonesia.*
(k/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.