BREAKING NEWS
Senin, 25 Mei 2026

Pilu 9 WNI Relawan Gaza: Dipukul, Disetrum hingga Disiksa Tentara Israel

Adelia Syafitri - Senin, 25 Mei 2026 08:45 WIB
Pilu 9 WNI Relawan Gaza: Dipukul, Disetrum hingga Disiksa Tentara Israel
Relawan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 asal Indonesia Rahendro Herubowo. (Foto: Sumber : tvOnenews/Abdul Gani Siregar)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Sembilan warga negara Indonesia (WNI) relawan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 akhirnya tiba di Tanah Air setelah sempat ditahan militer Israel saat membawa bantuan menuju Gaza, Palestina.

Namun kepulangan mereka menyisakan kisah pilu. Para relawan mengaku mengalami penyiksaan fisik hingga intimidasi selama ditahan di penjara militer Israel di perairan Mediterania.

Kesembilan WNI tersebut yakni Rahendro Herubowo, Hendro Prasetyo, Andi Angga Prasadewa, Andre Prasetyo Nugroho, Thoudy Badai, Bambang Noroyono, Herman Budianto Sudarsono, Ronggo Wirasanu, dan Asad Aras Muhammad.

Baca Juga:

Mereka tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026) dan disambut langsung Menteri Luar Negeri RI Sugiono.

"Selamat datang kembali, selamat berkumpul dengan keluarga," ujar Sugiono kepada para relawan.

Sugiono mengatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak selama proses pembebasan para WNI, termasuk pemerintah Turkiye, Mesir, dan Yordania.

Salah satu relawan, Rahendro Herubowo, mengaku mengalami kekerasan fisik sejak pertama kali dipindahkan dari kapal menuju kapal militer Israel.

"Kita sudah mulai menghadapi penyiksaan sejak awal," ujar Rahendro.

Ia mengaku dipukul di bagian kepala dan tubuh, diinjak hingga disetrum oleh tentara Israel di ruang penahanan berbentuk kontainer gelap.

"Saya dipukul kepala, badan depan belakang, sempat diinjak dan terakhir saya disetrum," katanya.

Menurut Rahendro, para tahanan juga diborgol sangat kencang dan mendapat perlakuan kasar selama proses pemindahan.

Tak hanya itu, para relawan juga mengaku hanya diberi makanan terbatas berupa roti dan air minum. Sebagian besar tahanan memilih melakukan aksi mogok makan sebagai bentuk protes.

Relawan lainnya, Hendro Prasetyo, mengatakan dirinya memilih tidak memakan roti yang diberikan karena khawatir dengan keamanan makanan tersebut.

"Kita enggak tahu apakah ada racun atau tidak, sehingga saya melakukan hunger strike atau mogok makan," ujarnya.

Hendro juga mengungkapkan para tahanan sempat dimasukkan ke penjara kontainer yang sangat gelap dan mendapat intimidasi suara ledakan di sekitar lokasi penahanan.

"Disetrum adalah penyiksaan yang paling menyakitkan buat saya," katanya.

Meski mengalami penyiksaan, para relawan menegaskan tidak kapok memperjuangkan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina.

"Yang kami alami jauh lebih ringan dibanding penderitaan rakyat Gaza," ujar Rahendro.

Steering Committee Global Sumud Flotilla, Maimon Herawati, mengatakan proses pembebasan para relawan dilakukan melalui bantuan tim hukum internasional yang telah disiapkan organisasi.

Dari Israel, para relawan akhirnya diterbangkan ke Turkiye sebelum dipulangkan kembali ke Indonesia.*

(k/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tangis Pecah! WNI Relawan Flotilla Pulang usai Ditangkap Israel
5.950 WNI di Kamboja Dapat Penghapusan Denda Overstay, Ini Penjelasan KBRI
Usai Ditangkap Israel, 9 WNI Misi Kemanusiaan Tiba di Jakarta Besok
Relawan WNI Dibebaskan Israel, GPCI Pastikan Misi Kemanusiaan ke Gaza Berlanjut
9 WNI Diduga Disiksa Tentara Israel, DPR Minta RI Tempuh Jalur ICC
GRIB Jaya Bantah Intimidasi Anak Ahmad Bahar, Sebut Fakta Dipelintir
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru