Sentuhan Humanis di Pidie! 500 Warga Antusias Serbu Bakti Kesehatan dan Terima Kursi Roda dari Polri
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam forum Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai situasi di Palestina, khususnya Gaza, memperlihatkan lemahnya komitmen masyarakat internasional dalam menegakkan prinsip-prinsip Piagam PBB dan hukum internasional secara konsisten.
Dalam sidang terbuka tingkat tinggi Dewan Keamanan PBB bertema "Upholding the Purposes and Principles of the UN Charter and Strengthening the UN Centered-International System" di Markas Besar PBB, New York, Selasa (26/5/2026), Sugiono menegaskan bahwa persoalan global saat ini bukan terletak pada relevansi Piagam PBB, melainkan pada praktik penerapan hukum internasional yang dinilai kerap bersifat selektif.
"Indonesia menilai bahwa situasi di Palestina, khususnya di Gaza, menjadi cerminan nyata dari kegagalan komunitas internasional dalam menegakkan prinsip-prinsip tersebut secara adil dan konsisten," demikian kutipan siaran pers Kementerian Luar Negeri RI, Rabu (27/5/2026).Baca Juga:
Indonesia kembali menegaskan dukungannya terhadap solusi dua negara (two-state solution) sebagai jalan penyelesaian konflik Palestina–Israel.
Pemerintah RI menilai pendekatan tersebut masih menjadi opsi utama untuk mencapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan sesuai hukum internasional dan resolusi PBB.
Dalam forum yang sama, Sugiono juga menyoroti meningkatnya serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di berbagai wilayah konflik.
Ia menilai kondisi tersebut bukan hanya mengancam keselamatan personel, tetapi juga merusak prinsip dasar multilateralisme.
"Perlindungan terhadap pasukan perdamaian PBB mutlak harus dilakukan," kata Sugiono sebagaimana tertuang dalam siaran pers Kemlu.
Selain isu konflik, Menlu RI turut menyinggung pentingnya penghormatan terhadap hukum laut internasional, termasuk Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS).
Ia mengingatkan agar jalur pelayaran internasional tidak dijadikan alat konfrontasi politik antarnegara.
Sugiono juga menyoroti munculnya ancaman baru dalam keamanan global, termasuk perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan senjata otonom yang dinilai berpotensi mengubah pola konflik modern.
Dalam kesempatan itu, Indonesia kembali mendorong reformasi Dewan Keamanan PBB agar lebih representatif, transparan, dan akuntabel serta mencerminkan suara negara berkembang.
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JOMBANG Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia akan mengalami kebangkitan besar dalam beberapa tahun mendatang. Namun, Prabowo men
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti sejumlah siaran langsung atau live streaming aksi demonstrasi di depan Gedu
NASIONAL
JAKARTA Tembakan gas air mata kembali dilepaskan ke arah kerumunan massa di kawasan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pejompongan Raya, Jakart
PERISTIWA
LANGKAT Tim futsal putri SMK Negeri 2 Binjai berhasil meraih juara 2 dalam turnamen Piala RA CUP yang digelar di Gedung Olahraga Langkat.
OLAHRAGA
JAKARTA Anas Urbaningrum menilai perdebatan mengenai pernyataan Budi Arie di hadapan Presiden Joko Widodo soal kemungkinan perubahan sebel
POLITIK
MEDAN Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Sekretariat Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Hendra Parwana Batubara
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan kesediaannya menjadi Orang Tua Asuh bagi para nazir wakaf di
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak permohonan praperadilan yang diajukan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Ha
NASIONAL
MEDAN Sebanyak 10 anggota Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) setelah terbukti melakukan p
PERISTIWA