BREAKING NEWS
Jumat, 29 Mei 2026

Bahlil Respons Lagu “My Little Bolu Ketan” yang Viral: Resiko Jadi Pejabat

Abyadi Siregar - Jumat, 29 Mei 2026 22:28 WIB
Bahlil Respons Lagu “My Little Bolu Ketan” yang Viral: Resiko Jadi Pejabat
Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad. (foto: Raffi Ahmad/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia buka suara terkait lagu berjudul My Little Bolu Ketan yang viral di media sosial dan ramai diperbincangkan warganet.

Respons Bahlil tersebut disampaikan dalam perbincangan bersama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad.

Video percakapan keduanya diunggah melalui akun media sosial Raffi Ahmad pada Jumat malam, 29 Mei 2026.

Baca Juga:

Dalam video itu, Raffi Ahmad menanyakan langsung tanggapan Bahlil terhadap lagu yang dikaitkan dengan dirinya tersebut.

Bahlil mengaku penasaran dan ingin bertemu dengan pencipta lagu itu.

"Saya minta tolong untuk saya mengundang kalau yang bersangkutan berkenan saya akan mengundang untuk berbincang-bincang sekaligus makan, karena penasaran juga saya," kata Bahlil.

Bahlil mengatakan lagu tersebut bahkan menjadi candaan di lingkungan keluarganya. Ia bercerita anaknya sempat menggoda dirinya saat sedang menjalankan ibadah umrah.

"Saya lagi ibadah umrah pagi-pagi bangun, anak saya aja ketawain saya, 'Bapak MBG'," ujarnya sambil tertawa.

Raffi Ahmad kemudian menimpali bahwa putranya, Rafathar, juga kerap menyanyikan lagu tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bahlil meminta Raffi Ahmad membantu mencari sosok pencipta lagu My Little Bolu Ketan.

Ia menegaskan menghargai kreativitas generasi muda di media sosial.

"Saya sendiri nggak tahu, dan itu alami sekali. Saya sendiri penasaran ini siapa yang buat," katanya.

Meski demikian, Bahlil mengingatkan agar kreativitas di media sosial tidak disertai unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang berpotensi memecah persatuan masyarakat.

"Kalau boleh juga dipergunakan dengan terukur. Jangan sampai masuk di SARA karena itu akan memicu soliditas kita sesama anak bangsa," ujar Bahlil.

Ia menilai kritik, candaan, maupun konten viral merupakan bagian dari risiko yang harus diterima seorang pejabat publik.

"Ya risiko pejabat publik harus menerima semuanya," kata Bahlil.*


(d/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Efek Berganda Program MBG, Rico Waas Sebut 255 SPPG di Medan Bisa Gerakkan Ekonomi Warga dan UMKM
NBI Sebut Program MBG Bisa Jadi “Raksasa” Jika Tata Kelola Dibenahi
ESDM Usut 7 Kasus Tambang Ilegal, Potensi Kerugian Negara Rp 857 Miliar
Efisiensi Anggaran, Distribusi MBG Tak Lagi 6 Hari dalam Sepekan
1.098 Sapi Kurban Prabowo dari APBN, Golkar: Jangan Dikaitkan Pilpres 2029
Abu Janda: Saya Tidak Menghina Rakyat Sumbar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru