BREAKING NEWS
Minggu, 31 Mei 2026

BGN Targetkan 30.000 Dapur MBG, Kini 27.900 Sudah Beroperasi

Raman Krisna - Minggu, 31 Mei 2026 13:45 WIB
BGN Targetkan 30.000 Dapur MBG, Kini 27.900 Sudah Beroperasi
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya. (foto: Dok. BGN)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Sony mengatakan kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah turut memengaruhi operasional BGN.

Namun, penyesuaian dilakukan melalui pengurangan sejumlah kegiatan tanpa mengurangi kualitas maupun porsi makanan yang diterima masyarakat.

Menurut dia, nilai anggaran untuk setiap porsi tetap dipertahankan sesuai ketentuan yang berlaku.

"BGN menyambut kebijakan pemerintah ini tanpa mengurangi kualitas. Tetap Rp15 ribu untuk porsi besar dan Rp13 ribu untuk porsi kecil," ujarnya.

Porsi besar senilai Rp15.000 diberikan kepada peserta didik mulai kelas IV sekolah dasar, ibu hamil, ibu menyusui, dan tenaga pendidik.

Sementara porsi kecil senilai Rp13.000 diberikan kepada balita hingga peserta didik kelas III sekolah dasar.

Sony menjelaskan besaran anggaran tersebut mencakup biaya operasional, insentif petugas, serta pengadaan bahan baku makanan.

"Itu terdiri dari uang operasional, insentif, dan bahan baku," katanya.

Di tengah perluasan jaringan dapur MBG, BGN sebelumnya menghentikan sementara operasional 1.152 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena belum memenuhi standar pelaksanaan program.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas layanan dan keamanan pangan bagi para penerima manfaat.

"Tidak ada kompromi terhadap standar kualitas Program MBG. Seluruh SPPG wajib memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan agar layanan yang diberikan benar-benar aman, sehat, dan berkualitas bagi masyarakat," kata Dadan dalam keterangan tertulis, Senin, 25 Mei 2026.

BGN mencatat sejak awal 2025 sebanyak 4.581 SPPG sempat dihentikan sementara untuk menjalani evaluasi dan perbaikan.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BGN Luruskan Tujuan MBG: Utamakan Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Sebelum Siswa Sekolah
Armuji: Masyarakat Berhak Mengkritik, Pejabat Tak Boleh Baper dan Emosi
Mahfud MD Dukung Pembentukan PT DSI, Sebut Bisa Tutup Celah Kebocoran Devisa Ekspor
Prabowo Impor Susu dan Daging Sapi dari Prancis, Macron Beri Apresiasi
Prabowo Ingin Bahasa Perancis Diajarkan di Sekolah, DPR: Gurunya Ada Tidak?
WHO Umumkan Darurat Ebola, Indonesia Bergerak Perkuat Sistem Deteksi Dini
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru