BREAKING NEWS
Minggu, 31 Mei 2026

BGN Targetkan 30.000 Dapur MBG, Kini 27.900 Sudah Beroperasi

Raman Krisna - Minggu, 31 Mei 2026 13:45 WIB
BGN Targetkan 30.000 Dapur MBG, Kini 27.900 Sudah Beroperasi
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya. (foto: Dok. BGN)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan jumlah dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah lolos verifikasi secara nasional mencapai 29.400 unit.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 27.900 dapur telah beroperasi untuk melayani penerima manfaat program prioritas pemerintah tersebut.

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, mengatakan jumlah dapur yang telah terverifikasi saat ini hampir mencapai target kebutuhan nasional yang ditetapkan sebanyak 30.000 lokasi.

Baca Juga:

"Sekarang, yang terverifikasi secara nasional ada 29.400 dapur dan yang sudah operasional 27.900 dapur," kata Sony dalam konferensi pers di Markas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, Mataram, Jumat, 29 Mei 2026.

Menurut Sony, jumlah dapur yang telah lolos verifikasi itu telah memenuhi sekitar 80 persen kebutuhan nasional program MBG.

Meski demikian, BGN masih menunggu hasil validasi data di sejumlah wilayah, terutama daerah-daerah terpencil.

"Sisanya, kita menunggu hasil validasi data riil, terutama untuk daerah terpencil," ujarnya.

Sony menjelaskan program MBG saat ini dirancang untuk menjangkau sekitar 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Kelompok sasaran tidak hanya peserta didik, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, serta tenaga pendidik.

Menurut dia, kelompok rentan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program tersebut.

"Jadi, yang kita utamakan itu adalah ibu hamil, menyusui, anak balita, peserta didik, dan tenaga pendidik," katanya.

Program MBG merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.

Sony mengatakan kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah turut memengaruhi operasional BGN.

Namun, penyesuaian dilakukan melalui pengurangan sejumlah kegiatan tanpa mengurangi kualitas maupun porsi makanan yang diterima masyarakat.

Menurut dia, nilai anggaran untuk setiap porsi tetap dipertahankan sesuai ketentuan yang berlaku.

"BGN menyambut kebijakan pemerintah ini tanpa mengurangi kualitas. Tetap Rp15 ribu untuk porsi besar dan Rp13 ribu untuk porsi kecil," ujarnya.

Porsi besar senilai Rp15.000 diberikan kepada peserta didik mulai kelas IV sekolah dasar, ibu hamil, ibu menyusui, dan tenaga pendidik.

Sementara porsi kecil senilai Rp13.000 diberikan kepada balita hingga peserta didik kelas III sekolah dasar.

Sony menjelaskan besaran anggaran tersebut mencakup biaya operasional, insentif petugas, serta pengadaan bahan baku makanan.

"Itu terdiri dari uang operasional, insentif, dan bahan baku," katanya.

Di tengah perluasan jaringan dapur MBG, BGN sebelumnya menghentikan sementara operasional 1.152 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena belum memenuhi standar pelaksanaan program.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas layanan dan keamanan pangan bagi para penerima manfaat.

"Tidak ada kompromi terhadap standar kualitas Program MBG. Seluruh SPPG wajib memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan agar layanan yang diberikan benar-benar aman, sehat, dan berkualitas bagi masyarakat," kata Dadan dalam keterangan tertulis, Senin, 25 Mei 2026.

BGN mencatat sejak awal 2025 sebanyak 4.581 SPPG sempat dihentikan sementara untuk menjalani evaluasi dan perbaikan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.429 SPPG telah kembali beroperasi setelah memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Sementara itu, 1.152 SPPG lainnya masih menjalani proses pembenahan, termasuk pemenuhan standar infrastruktur, kepemilikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Menurut Dadan, pemerintah tetap memberikan kesempatan kepada para mitra SPPG untuk kembali beroperasi setelah seluruh standar nasional dipenuhi.

"Kami menghargai kontribusi para mitra SPPG sejak awal program berjalan. Karena itu, proses pembinaan dan perbaikan dilakukan agar mereka dapat kembali beroperasi dengan kualitas layanan yang lebih baik dan sesuai standar nasional," ujarnya.

BGN menegaskan bahwa seluruh SPPG yang telah memenuhi persyaratan akan diizinkan kembali beroperasi guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis secara berkelanjutan di seluruh Indonesia.*


(km/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BGN Luruskan Tujuan MBG: Utamakan Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Sebelum Siswa Sekolah
Armuji: Masyarakat Berhak Mengkritik, Pejabat Tak Boleh Baper dan Emosi
Mahfud MD Dukung Pembentukan PT DSI, Sebut Bisa Tutup Celah Kebocoran Devisa Ekspor
Prabowo Impor Susu dan Daging Sapi dari Prancis, Macron Beri Apresiasi
Prabowo Ingin Bahasa Perancis Diajarkan di Sekolah, DPR: Gurunya Ada Tidak?
WHO Umumkan Darurat Ebola, Indonesia Bergerak Perkuat Sistem Deteksi Dini
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru