BREAKING NEWS
Jumat, 03 Juli 2026

APEKSI Minta Pemda Dilibatkan dalam Program MBG: Kami Tak Pernah Tahu SPPG Dibangun di Mana

Raman Krisna - Jumat, 03 Juli 2026 13:46 WIB
APEKSI Minta Pemda Dilibatkan dalam Program MBG: Kami Tak Pernah Tahu SPPG Dibangun di Mana
Penyaluran MBG di Kota Sorong, Papua Barat Daya. (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

"Dengan pelibatan kami, kami memastikan bahwa SPPG itu tidak ada permasalahan terkait dengan higienis. Maka jangan pernah ketika disampaikan ada yang keracunan. Sehingga kami juga bisa memastikan bahwa dapurnya ini adalah dapur yang sesuai dengan standar kesehatan," ujar dia.

Eri juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran penerima manfaat Program MBG.

Menurutnya, pemerintah daerah lebih memahami kondisi wilayah, termasuk sekolah-sekolah yang benar-benar membutuhkan program tersebut.

"Ketika kami dilibatkan di awal, maka secara otomatis kami bisa tahu setiap wali kota ini di tempat mana sekolah-sekolah itu yang membutuhkan. Sehingga SPPG tidak berdiri langsung di tempat tertentu yang di pusat kota yang mungkin di situ adalah tempat sekolah yang dia swastanya banyak diberikan ini. Tapi di titik-titik tertentu ada sekolah yang memang membutuhkan," terangnya.


Lebih lanjut, Eri menilai Program MBG juga berpotensi menggerakkan perekonomian daerah.

Melalui pemetaan kebutuhan bahan pangan seperti beras, telur, minyak goreng, dan sayuran, pemerintah daerah dapat menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengendalikan inflasi.

"Kami akan bisa menjaga inflasi. Ketika setiap tempat SPPG tadi membutuhkan bahan pokok atau bahan dasar seperti beras, seperti telur, seperti minyak, maka di situ kita akan tahu berapa jumlah kebutuhan minyak yang dibutuhkan semua SPPG di setiap kota. Kami tahu telur dibutuhkan berapa setiap hari. Maka di situlah akan terjadi pertumbuhan ekonomi yang luar biasa," urainya.

Menurutnya, pemerintah daerah juga dapat memperkuat kerja sama antardaerah, khususnya antara daerah produsen dan daerah konsumen, sehingga rantai distribusi menjadi lebih efisien dan petani maupun peternak memperoleh kepastian pasar.

"Dengan pola seperti itu, pasokan bisa langsung dari peternak ke SPPG tanpa melalui terlalu banyak perantara. Peternak mendapatkan kepastian pasar, sementara harga tetap terkendali," ujarnya.

Eri optimistis Program MBG akan menjadi salah satu penggerak ekonomi baru apabila dijalankan secara terintegrasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Menurutnya, Koperasi Merah Putih juga dapat mengambil peran dalam memasok kebutuhan pangan untuk mendukung operasional SPPG.

"Ketika kebutuhan pangan dapat dipetakan dengan baik, maka kerja sama antardaerah akan semakin kuat. Perputaran ekonomi terjadi, petani dan peternak mendapatkan kepastian pasar, sementara masyarakat memperoleh manfaat dari program MBG secara langsung," kata Eri.* (cn/ad)

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Indonesia Kehilangan Hingga 80 Ribu Hektar Sawah per Tahun
APDESU Desak KPK Evaluasi SPMB Batu Bara, Dugaan Gratifikasi dan Jual Beli Kursi Disorot
OTT Bupati Langkat, KPK Amankan 7 Orang dan Sita Uang Diduga Fee Proyek
Kapolri: Reformasi Polri Bukan Beban
Pemprov Sumut Kembali Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Batang Gadis, Pelaku Kabur ke Hutan
Kolonel Budi Utomo, Perwira Aktif TNI yang Terseret Dugaan Korupsi Proyek MBG
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru