Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Ia memperkirakan biaya pembangunan satu dapur mencapai Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar.
Dengan jumlah ribuan dapur yang belum beroperasi, menurutnya nilai
investasi yang tertahan mencapai angka yang sangat besar.
"Satu dapur itu diperkirakan Rp1,5 miliar sampai Rp2 miliar. Bayangkan kalau dia 6.000 dapur. Berapa kerugian kami? Gitu lho. Kami tidak menuntut banyak. Kalau memang ini sulit untuk negara, kembalikan saja dana kami, nggak usah kami melaksanakan ini lah, biar negara yang menjalankan," ujar Herwil.
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Nanik, menjelaskan bahwa moratorium pembangunan dapur MBG dilakukan untuk menata persebaran SPPG agar lebih merata di seluruh Indonesia.
Baca Juga:
Selain itu, BGN juga ingin memastikan dapur yang telah beroperasi memenuhi standar penyediaan makanan bergizi sebelum dilakukan penambahan dapur baru.
"Artinya, bila dapur itu tidak sesuai, tentu kami akan lakukan suspend," ujar Nanik dalam konferensi pers sebelumnya.
BGN juga menyatakan akan memprioritaskan pembenahan fasilitas, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta menyiapkan skema alternatif pelaksanaan program MBG di wilayah 3T agar pelaksanaannya lebih efektif dan tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Jadi kami fokus kepada efisiensi anggaran," kata Nanik.
Hingga saat ini, kebijakan moratorium masih berlaku dan BGN belum mengumumkan jadwal pencabutannya.
Aspirasi yang disampaikan para investor dalam aksi tersebut menjadi salah satu masukan yang berkembang di tengah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis secara nasional.* (km/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.