BREAKING NEWS
Rabu, 15 Juli 2026

Menkeu Purbaya Buka Suara soal Tantangan Awal Program MBG: Pemerintah Tak Tutup Mata

Johan - Selasa, 14 Juli 2026 12:23 WIB
Menkeu Purbaya Buka Suara soal Tantangan Awal Program MBG: Pemerintah Tak Tutup Mata
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026). (foto: TVR Parlemen/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Pemerintah mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan awal program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang muncul di lapangan, terutama terkait kesiapan distribusi dan rantai pasok pangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat memberikan tanggapan pemerintah atas pandangan Fraksi Partai Demokrat dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga:

"Menanggapi pandangan fraksi Partai Demokrat mengenai kesiapan implementasi MBG di tahap awal, pemerintah tidak menutup mata terhadap realita di lapangan," ujar Purbaya.

Menurut dia, tantangan terbesar dalam pelaksanaan program MBG saat ini berada pada kesiapan rantai pasok, distribusi bahan pangan, serta kemampuan logistik, terutama untuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Purbaya menjelaskan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat pelaksanaan program tersebut melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

Melalui SPPG, pemerintah mendorong keterlibatan berbagai pihak, mulai dari Sentra Produksi Rakyat, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga penyedia pangan lokal.

"Penyediaan lokal untuk menyerap bahan pangan langsung dari pertani, peternak, dan nelayan di sekitar lokasi SPPG," kata Purbaya.

Menurut pemerintah, penguatan rantai pasok lokal menjadi salah satu strategi agar program MBG tidak hanya menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat penerima manfaat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha pangan di daerah.

Program MBG kembali berjalan pada Senin (13/7/2026) setelah sebelumnya mengalami jeda selama masa libur sekolah.

Untuk memastikan pelaksanaan kembali berjalan dengan baik, jajaran Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pemantauan langsung ke sejumlah sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta.

Wakil Kepala BGN Arumsari mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan makanan diterima tepat waktu serta melihat langsung kualitas pelayanan kepada penerima manfaat.

"Kami ingin memastikan bahwa distribusi MBG kembali berjalan dengan baik setelah masa penyesuaian. Berbagai pembenahan yang telah dilakukan diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima," ujar Arumsari.

BGN sebelumnya telah melakukan berbagai pembenahan selama masa penyesuaian program.

Perbaikan tersebut mencakup penguatan tata kelola, penyempurnaan operasional, serta peningkatan kualitas layanan agar pelaksanaan MBG dapat berjalan lebih efektif.

Pemerintah berharap melalui perbaikan sistem distribusi dan penguatan kerja sama dengan berbagai pihak, program MBG dapat berjalan lebih optimal serta mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat secara merata di seluruh Indonesia.* (cn/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Menkeu Purbaya Tegaskan Tarif Pajak Tak Akan Naik, Fokus Perluas Basis Penerimaan Negara
Mengapa RUU Perampasan Aset Dialihkan Jadi Inisiatif DPR? Habiburokhman Ungkap Alasannya
Tiga Anggota DPRD TTU Diperiksa Polda NTT Terkait Dugaan Intimidasi hingga Kematian Dokter Icha
Viral! Bayi di Wonosobo Diberi Nama Muhammad MBG Subianto, Ini Cerita di Baliknya
Kabar Baik untuk Nelayan! Prabowo Tetapkan Harga BBM Khusus Kapal 30-200 GT, Turun Jadi Rp15.000 per Liter
Kapolri: Ada Pihak yang Ingin Memecah TNI-Polri
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru