BREAKING NEWS
Jumat, 25 September 2026

Pameran “Prahara Pulau Emas” Berakhir, PFI Aceh Dorong Kolaborasi Kebencanaan Terus Berjalan

T.Jamaluddin - Sabtu, 08 Agustus 2026 15:14 WIB
Pameran “Prahara Pulau Emas” Berakhir, PFI Aceh Dorong Kolaborasi Kebencanaan Terus Berjalan
Penutupan Pameran Foto “Prahara Pulau Emas” dilakukan oleh Juru Bicara Satgas PRR Aceh, Dr Amran MT, mewakili Kaposkowil Satgas PRR, Safrizal ZA di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Sabtu, 8 Agustus 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH — Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh mendorong kolaborasi antara insan pers, pemerintah, Satgas Penanganan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), komunitas, serta masyarakat dalam edukasi kebencanaan terus berlanjut setelah Roadshow Pameran Foto "Prahara Pulau Emas" berakhir di Museum Tsunami Aceh.

Dorongan tersebut disampaikan Ketua Panitia Pameran Foto "Prahara Pulau Emas", Eko Deni Saputra, dalam penutupan pameran yang secara resmi dilakukan oleh Juru Bicara Satgas PRR Aceh, Dr Amran MT, mewakili Kaposkowil Satgas PRR, Safrizal ZA.

Penutupan berlangsung di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Baca Juga:


Eko mengatakan pameran yang berlangsung selama sepekan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan karya fotografi jurnalistik tentang bencana.

Pameran juga menjadi sarana edukasi untuk mengingat kembali peristiwa bencana, melihat ketangguhan masyarakat, dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

"Pameran ini bagi kami bukan sekadar menampilkan foto bencana, tetapi menjadi ruang untuk mengingat kembali apa yang terjadi, melihat ketangguhan masyarakat, dan belajar agar kita lebih siap menghadapi bencana ke depan," ujar Eko.

Menurut Sekretaris PFI Aceh itu, keterlibatan Satgas PRR Aceh dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting untuk membangun komunikasi dan kolaborasi antara PFI Aceh dengan berbagai pihak, terutama dalam dokumentasi dan edukasi kebencanaan.

Eko berharap kerja sama tersebut dapat terus berjalan melalui berbagai kegiatan yang relevan.

Ia menyebut momentum satu tahun bencana yang diperkirakan berlangsung pada November mendatang dapat menjadi kesempatan untuk kembali meningkatkan perhatian terhadap isu kebencanaan.

"Kami berharap komunikasi dan kolaborasi yang sudah terjalin ini dapat terus berlanjut. Jika ada ruang dan kesempatan, tentu kami terbuka untuk bersama-sama menghadirkan kegiatan pameran foto, diskusi, dokumentasi, maupun edukasi kebencanaan," katanya.

Eko menegaskan PFI Aceh ingin mendorong agar karya jurnalistik tidak berhenti sebagai dokumentasi.

Menurut dia, karya tersebut juga dapat menjadi bagian dari edukasi sekaligus mendorong aksi nyata di tengah masyarakat.

"Ketika peran itu disatukan, dokumentasi tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga dapat menjadi bahan pembelajaran dan mendorong aksi nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Juru Bicara Satgas PRR Aceh, Amran, mengapresiasi PFI yang telah menghadirkan dokumentasi bencana melalui karya para pewarta foto.

Menurut dia, fotografi memiliki peran penting untuk memberikan gambaran nyata mengenai kondisi bencana sekaligus menjadi arsip sejarah bagi generasi mendatang.

Amran menilai Pameran "Prahara Pulau Emas" tidak hanya memiliki nilai fotografi, tetapi juga mengandung pesan edukasi dan mitigasi bencana.

"Ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat yang ada di Aceh, baik untuk generasi sekarang maupun generasi yang akan datang. Kalau kita tidak solid dan tidak bersatu untuk menjaga alam, serta tidak meningkatkan kepedulian, tentunya bencana-bencana yang akan datang bisa menjadi lebih berat," ujar Amran.

Menurut Amran, dokumentasi bencana memiliki sedikitnya tiga nilai penting.

Pertama, sebagai media edukasi dan mitigasi.

Kedua, memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.

Ketiga, membangun kepedulian dan solidaritas sosial.

Ia mengatakan foto memiliki kekuatan untuk menghadirkan kembali kondisi bencana yang mungkin tidak lagi terlihat setelah proses rehabilitasi dan rekonstruksi selesai.

"Sekarang kita masih fokus bagaimana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Tetapi yang bisa menyisakan pembelajaran yang sangat berarti adalah foto-foto rekaman dari para pewarta foto Indonesia. Ini sebuah hal yang luar biasa dan nilainya sangat besar," katanya.

Amran berharap karya-karya dalam Pameran "Prahara Pulau Emas" tetap dipublikasikan melalui berbagai platform digital.

Dengan begitu, pesan edukasi kebencanaan yang terdapat dalam karya fotografi tersebut dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.

"Ini bukan akhir, tetapi awal. Saya yakin yang menyaksikan selama enam hari pameran Prahara Pulau Emasakan lebih banyak pascapameran ini, karena foto-foto yang bagus dapat dipublikasikan secara digital," ujarnya.

Dalam rangkaian penutupan, PFI Aceh juga menyerahkan hadiah kepada tiga pemenang Lomba Foto On The Spot yang digelar selama Pameran Foto "Prahara Pulau Emas".

Penyerahan hadiah dilakukan oleh Juru Bicara Satgas PRR Aceh, Amran.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap partisipasi dan kreativitas masyarakat selama pameran berlangsung.

Pameran "Prahara Pulau Emas" merupakan roadshow yang digagas PFI Pusat bersama Yayasan Riset Visual mataWaktu dan PLN.

PFI Aceh menjadi salah satu tuan rumah dalam rangkaian pameran tersebut.

Setelah digelar di Aceh, Pameran Foto "Prahara Pulau Emas" akan berlanjut ke Sumatera Utara.

PFI Aceh menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Banda Aceh, DPRK Banda Aceh, Satgas PRR Aceh, Pemerintah Provinsi Aceh, Bank Aceh Syariah, BPMA, PT SBA, PT Pema, Museum Tsunami Aceh, relawan, pewarta foto, komunitas, media, dan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan pameran.

Pameran tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan visual semata, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran masyarakat Aceh mengenai pentingnya mitigasi, kesiapsiagaan, kepedulian terhadap lingkungan, dan solidaritas dalam menghadapi bencana.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pendiri Beranda Ruang Diskusi Ungkap Kunci Penyelesaian BLBI: Bukan Sekadar Kejar Aset
Pemko Medan Bersihkan Parit Tersumbat di Jalan Taduan, Target Pasang U-Ditch pada 2027
Gibran Blak-blakan: Normalisasi Sungai Lebih Mahal dari Bikin Jembatan
Gibran Blusukan ke Aceh, Pengamat: Satu Aja, Negara Harus Serius
Cuaca Aceh Hari Ini, Sabtu 8 Agustus: Mayoritas Wilayah Berawan, Suhu Capai 33 Derajat Celsius
Peralatan Pemantau Gempa BMKG di Gayo Lues Dicuri, Kerugian Negara Capai Rp246 Juta
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru