BREAKING NEWS
Jumat, 14 Agustus 2026

Ketua MPR Ahmad Muzani Ingatkan Demokrasi Bukan Ajang Saling Cela dan Rendahkan Martabat

Administrator - Jumat, 14 Agustus 2026 10:29 WIB
Ketua MPR Ahmad Muzani Ingatkan Demokrasi Bukan Ajang Saling Cela dan Rendahkan Martabat
Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam pidato pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. (foto: TVR Parlemen/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengingatkan masyarakat agar kebebasan berpendapat dalam demokrasi tetap disertai tanggung jawab.

Ia meminta perbedaan pandangan tidak berubah menjadi penghinaan atau permusuhan antarsesama warga negara.

Hal itu disampaikan Muzani dalam pidato pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Baca Juga:

Menurut Muzani, Indonesia dapat berdiri dan berkembang karena kekuatan rakyat yang bersatu.

Karena itu, persatuan harus dijaga agar energi bangsa tidak habis untuk konflik dan saling mencurigai.

"Republik ini dapat berdiri bukan karena kekayaan yang melimpah, bukan pula karena dukungan internasional yang sejak awal telah tersedia, tapi karena kekuatan rakyat yang bersatu bahwa Indonesia adalah rumah bersama yang layak diperjuangkan. Persatuan yang sebabkan kemajuan terjadi bila persatuan melemah energi bangsa ini akan habis untuk saling curiga dan saling meniadakan," kata Muzani dalam pidato Sidang Tahunan 2026 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Muzani mengatakan Indonesia telah memilih demokrasi sebagai jalan dalam mengelola aspirasi dan perbedaan pandangan.

Menurut dia, perbedaan tetap dapat disampaikan, tetapi harus menggunakan bahasa yang baik.

"Kita telah memilih jalan demokrasi, dlm kelola aspirasi dan pandangan yang berbeda kita boleh berbeda pandangan tetapi perbedaan itu disampaikan dengan cara budi dan bahasa yang baik," imbuhnya.

Muzani menegaskan kebebasan berbicara tidak berarti seseorang bebas merendahkan orang lain.

Ia menilai demokrasi justru akan semakin kuat apabila kebebasan berpendapat disertai argumentasi dan tanggung jawab.

"Demokrasi tidak akan lebih kuat karena kita semakin keras mencela, demokrasi akan jadi kuat jika kebebasan bicara disertai tanggung jawab, jika kebebasan berpendapat disampaikan dengan argumentasi, jika perbedaan tidak dijadikan alasan untuk lakukan penghinaan," ujar dia.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ketua MPR Ahmad Muzani: Program MBG Bukan Sekadar Bagi-Bagi Makanan
Ketua DPD RI Puji Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Sebut Transformasi Ekonomi Layaknya 'Mencabut Duri dalam Daging'
Pidato Prabowo di Sidang Tahunan MPR 2026 Bakal Ungkap 8 Program Prioritas dan Anggarannya
Jokowi hingga JK  Hadiri Sidang Tahunan DPR/MPR 2026, Megawati dan SBY Absen
Dekatkan Layanan Spesialistik ke Pelosok: Pemprov Sumut Transformasi 21 Puskesmas di 17 Kabupaten
Cukup Bawa KTP, Warga Sumut Bisa Berobat Gratis: Pemprov Tegaskan Tak Boleh Ada Rumah Sakit yang Tolak Pasien
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru