BREAKING NEWS
Sabtu, 15 Agustus 2026

81 Tahun Merdeka, Perempuan Paramadina: Baru 17 Persen Perempuan Duduki Posisi Puncak Strategis

gusWedha - Sabtu, 15 Agustus 2026 16:34 WIB
81 Tahun Merdeka, Perempuan Paramadina: Baru 17 Persen Perempuan Duduki Posisi Puncak Strategis
Webinar “Refleksi Kemerdekaan oleh Perempuan Paramadina: Bidang Ekonomi dan Sosial Politik” yang digelar Universitas Paramadina pada Jumat (14/8/2026). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Dari sisi ekonomi, Dr. Prima Naomi melihat perempuan semakin berperan sebagai aktor pembangunan. Ia memaparkan tingkat partisipasi perempuan dalam dunia kerja meningkat dari 52,44 persen menjadi 56,63 persen pada 2025. Indeks pembangunan gender perempuan juga tercatat mencapai 91,85 pada tahun yang sama.

Meski demikian, Prima menilai peningkatan tersebut belum otomatis menciptakan kesetaraan secara menyeluruh. Dalam Global Gender Gap Index, Indonesia disebut berada di peringkat 90 dari 148 negara.

"Gap paling tinggi di Indonesia ada di political empowerment. Gap terbesar kedua masih di economic participation and opportunity. Itulah PR penting bagi perempuan Indonesia," kata Prima.

Menurutnya, tantangan perempuan bukan hanya mendapatkan akses ke lapangan kerja, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan dan menduduki posisi strategis.

Pandangan mengenai pentingnya representasi perempuan dalam politik juga disampaikan Tia Rahmania, M.Psi. Ia menilai demokrasi tidak cukup dinilai dari jumlah perempuan yang berhasil masuk ke lembaga legislatif.

"Demokrasi yang memberikan ruang untuk dipilih dan memimpin bagi perempuan adalah demokrasi yang sehat. Sehingga perempuan juga bisa membentuk kebijakan dan ikut menentukan arah pembangunan bangsa," ujarnya.

Tia menilai kebijakan publik memiliki kaitan langsung dengan kehidupan perempuan, mulai dari pangan, pendidikan, kesehatan ibu, ekonomi keluarga hingga pengelolaan anggaran negara. Karena itu, keterwakilan perempuan dalam ruang pengambilan keputusan dinilai penting agar pengalaman dan kebutuhan perempuan dapat terakomodasi.

Sementara itu, Dr. Fatchiah E. Kertamuda melihat makna kemerdekaan dari perspektif psikologi positif. Menurutnya, kemerdekaan tidak semestinya hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari rasa percaya diri, harga diri, kebanggaan terhadap Indonesia, kecerdasan, kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

"Makna kemerdekaan secara hakiki adalah bagaimana kita membangkitkan rasa percaya diri, harga diri dan kebanggaan terhadap Indonesia. Tidak hanya soal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kecerdasan, wellbeing keluarga dan kesejahteraan masyarakat," jelas Fatchiah.

Ia menempatkan keluarga sebagai lingkungan pertama bagi anak dalam membangun karakter. Dukungan keluarga, menurutnya, menjadi salah satu faktor penting bagi perempuan yang memilih berkiprah di ruang sosial maupun profesional.

Di bidang diplomasi, Dr. Peni Hanggarini menyoroti sejarah panjang keterlibatan perempuan Indonesia dalam hubungan internasional. Sejumlah tokoh perempuan seperti Maria Ulfah Subadio, Laily Roesad, dan Supeni Pujobuntoro disebut telah memainkan peran dalam diplomasi Indonesia sejak masa pascakemerdekaan.

Namun, keterwakilan perempuan pada posisi strategis diplomasi masih dinilai terbatas. Data yang dipaparkan menunjukkan pegawai perempuan di Kementerian Luar Negeri pada 2018 sekitar 37 persen, sedangkan laki-laki 63 persen.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Mau Pinjam Rp100 Juta dari KUR BCA? Ini Syarat, Bunga, Tenor dan Simulasi Cicilannya
Prabowo Patok Kemiskinan Turun ke 6%, Pengangguran Susut, dan Ekonomi Tumbuh 6% di 2027
Galeri Dekranasda Mustika Deli Segera Diresmikan, Jadi Etalase Produk Unggulan UMKM Medan
Butuh Modal Rp500 Juta? Ini Simulasi Angsuran KUR BNI 2026, Cicilan hingga 5 Tahun
Pemkab Batu Bara Siapkan Ekosistem Ekspor, Produk UMKM dan Pertanian Dibidik Tembus Pasar Global
Ingin Ajukan KUR BRI 2026 Rp100 Juta? Ini Syarat dan Simulasi Cicilannya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru