Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Jam harus jelas, zonanya juga jelas. Setelah jam perdagangan selesai, kawasan harus kembali steril untuk pejalan kaki dan pengguna jalan," katanya.
Untuk mengatasi keterbatasan tempat, Cepy mengusulkan pembangunan pasar penyangga yang dapat beroperasi selama 24 jam.
Tempat tersebut dapat menampung pedagang eceran dan pelaku UMKM yang selama ini berjualan di pinggir jalan.
"Jangan hanya mengatakan pedagang harus masuk ke dalam pasar. Pemerintah juga harus menyediakan tempat yang terjangkau dan sesuai dengan karakter dagangan mereka," ujarnya.
Menurut Cepy, Perumda Pasar Jaya juga perlu menjalankan fungsi yang lebih luas.
Pengelola pasar, kata dia, tidak cukup hanya mengurus area di dalam pagar, tetapi harus ikut menata ekosistem perdagangan di sekitar pasar.
"Pasar Jaya harus menjadi manajer kawasan, bukan sekadar manajer gedung. Data kios kosong, sistem sewa dan proses mendapatkan tempat harus transparan," kata Cepy.
Ia juga mendorong digitalisasi distribusi untuk mengurangi penumpukan kendaraan dan pembeli di kawasan pasar.
"Kalau transaksi grosir bisa dipesan lebih dulu secara digital, kendaraan bisa diatur kedatangannya. Ini bisa mengurangi penumpukan kendaraan dan membuat distribusi lebih efisien," katanya.
Dalam jangka panjang, Cepy berharap pedagang Pasar Tumpah Kramat Jati tidak hanya dipandang sebagai persoalan ketertiban.
Pemerintah, menurut dia, perlu memberikan pembinaan agar pedagang dapat menjalankan usaha secara lebih tertib.
"Pedagang kecil jangan hanya ditertibkan. Mereka harus diberi kesempatan naik kelas melalui legalitas usaha, pelatihan, akses pembiayaan dan tempat berdagang yang layak," ujarnya.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.