Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Ia menegaskan, penataan Pasar Tumpah Kramat Jati harus mencari titik keseimbangan antara kepentingan warga, pedagang, dan kebutuhan pangan Jakarta.
"Formula sederhananya, tegas kepada pelanggar, rangkul pedagang dan lindungi warga. Kalau tiga hal ini bisa berjalan, Kramatjati tidak lagi menjadi masalah yang diwariskan dari satu gubernur ke gubernur berikutnya," kata Cepy.
Cepy menambahkan, persoalan Pasar Tumpah Kramat Jati juga akan menjadi salah satu materi dasar dalam pembuatan film pendek.
Film tersebut diharapkan dapat menggambarkan realitas di balik persoalan pasar, termasuk dilema antara kebutuhan ekonomi masyarakat dan penataan kota.
"Film pendek ini bukan hanya menggambarkan pasar yang semrawut. Kita ingin menunjukkan kenapa persoalan itu terjadi dan bagaimana solusi konkretnya. Jadi masyarakat bisa melihat persoalan dari dua sisi," ujarnya.
Menurut Cepy, pendekatan tersebut diharapkan dapat mendorong penanganan Pasar Tumpah Kramat Jati yang tidak semata-mata berorientasi pada penggusuran, melainkan membangun sistem perdagangan yang lebih tertib, bersih, dan tetap mendukung kebutuhan pangan masyarakat Jakarta.
Pada akhirnya, kemampuan pemerintah menyelesaikan persoalan Pasar Tumpah Kramat Jati menjadi salah satu bagian dari tantangan penataan Jakarta.
Pertanyaannya, bisakah Pramono Anung menjadi Gubernur Jakarta yang benar-benar mewujudkan dan memberi solusi atas berbagai persoalan kota Jakarta yang selama ini tertunda?* (ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.