Sentuhan Humanis di Pidie! 500 Warga Antusias Serbu Bakti Kesehatan dan Terima Kursi Roda dari Polri
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JAKARTA - PDIP meminta pemerintah mengevaluasi dan memperbaiki data desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Desakan itu muncul setelah ditemukan sejumlah anomali data yang dinilai berpotensi membuat masyarakat kehilangan bantuan sosial, termasuk Program Indonesia Pintar (PIP).
Kapoksi PDIP Komisi VIII DPR Selly Andriany Gantina meminta pemerintah membentuk tim khusus untuk mengevaluasi data desil secara menyeluruh. Menurutnya, persoalan tidak hanya terletak pada hasil akhir, tetapi juga kualitas data, metodologi, proses pemutakhiran dan mekanisme verifikasi.
"Hasil sistem bertentangan dengan fakta yang kasatmata di lapangan. Yang harus diperiksa adalah kualitas datanya, metodologinya, proses pemutakhirannya, dan mekanisme verifikasinya," kata Selly kepada wartawan, Kamis (27/8/2026).Baca Juga:
Selly menilai desil tidak seharusnya menjadi satu-satunya dasar untuk menentukan seseorang berhak atau tidak menerima perlindungan sosial. Sebab, kondisi ekonomi rumah tangga dapat berubah dan belum tentu seluruhnya tercermin dalam angka desil.
Ia mencontohkan adanya penerima bantuan yang sebelumnya telah dinyatakan layak, tetapi setelah pemutakhiran DTSEN justru masuk ke kelompok desil yang lebih tinggi.
"Anak-anak yang sebelumnya sudah dinyatakan layak, sudah menerima manfaat, bahkan ada yang sebelumnya tercatat sebagai penerima KIP, tiba-tiba status desilnya berubah menjadi tinggi karena pemutakhiran DTSEN," ujarnya.
Menurut Selly, perubahan status secara kaku berpotensi merugikan masyarakat yang sebelumnya sudah menerima program bantuan. Pemerintah, kata dia, harus memastikan hak penerima tidak hilang hanya karena persoalan administrasi atau perubahan data yang belum mencerminkan kondisi riil.
"Artinya, data kemiskinan dan kerentanan sosial memang tidak sesederhana angka desil. Karena itu, kasus seorang tukang becak yang masuk desil 9, sementara seorang lurah justru berada di desil 8, harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk mengevaluasi kualitas pemadanan dan pembaruan data," kata Selly.
"Jangan sampai kita memiliki sistem yang canggih, tetapi data yang masuk tidak menggambarkan kondisi masyarakat yang sebenarnya," sambungnya.
Selly juga meminta mekanisme pembaruan dan sanggah diperbaiki agar lebih cepat, gratis, sederhana, transparan dan responsif. Masyarakat yang berisiko kehilangan bantuan, menurutnya, tidak boleh menunggu terlalu lama untuk mendapatkan kepastian.
"Harus ada pembaruan data secara berkala karena kondisi ekonomi rumah tangga dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Jangan sampai masyarakat penerima bantuan kehilangan hak hanya karena perubahan desil yang belum tentu menggambarkan perubahan kemampuan ekonomi keluarganya secara riil," tuturnya.
Salah satu contoh anomali data dialami pengemudi becak motor, Timbul (49), warga Lendah, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Timbul mengaku terkejut ketika mengetahui dirinya tercatat dalam desil 9.
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JOMBANG Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia akan mengalami kebangkitan besar dalam beberapa tahun mendatang. Namun, Prabowo men
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti sejumlah siaran langsung atau live streaming aksi demonstrasi di depan Gedu
NASIONAL
JAKARTA Tembakan gas air mata kembali dilepaskan ke arah kerumunan massa di kawasan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pejompongan Raya, Jakart
PERISTIWA
LANGKAT Tim futsal putri SMK Negeri 2 Binjai berhasil meraih juara 2 dalam turnamen Piala RA CUP yang digelar di Gedung Olahraga Langkat.
OLAHRAGA
JAKARTA Anas Urbaningrum menilai perdebatan mengenai pernyataan Budi Arie di hadapan Presiden Joko Widodo soal kemungkinan perubahan sebel
POLITIK
MEDAN Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Sekretariat Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Hendra Parwana Batubara
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan kesediaannya menjadi Orang Tua Asuh bagi para nazir wakaf di
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak permohonan praperadilan yang diajukan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Ha
NASIONAL
MEDAN Sebanyak 10 anggota Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) setelah terbukti melakukan p
PERISTIWA