BREAKING NEWS
Jumat, 28 Agustus 2026

Demi Cuan dan 'Gift' di Tengah Panasnya Aksi! Komdigi Sentil Akun Live Streaming Demo DPR yang Cuma Kejar Viral

Administrator - Kamis, 27 Agustus 2026 21:32 WIB
Demi Cuan dan 'Gift' di Tengah Panasnya Aksi! Komdigi Sentil Akun Live Streaming Demo DPR yang Cuma Kejar Viral
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid. (Foto: RRI/Joko)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti sejumlah siaran langsung atau live streaming aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI yang dinilai lebih mengejar viralitas dan monetisasi. Komdigi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi hanya karena konten tersebut ramai ditonton.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan temuan itu diperoleh dari hasil pemantauan ruang digital selama aksi penyampaian aspirasi berlangsung pada Kamis (27/8/2026).

"Dari hasil pemantauan, terdapat sejumlah siaran langsung yang terlihat lebih berorientasi pada viralitas dan monetisasi, termasuk melalui fitur pemberian hadiah atau gift," kata Meutya dalam keterangan pers.

Baca Juga:

Menurut Meutya, tingginya jumlah penonton maupun status viral sebuah konten tidak dapat dijadikan ukuran bahwa informasi yang disampaikan benar atau dapat dipercaya.

Komdigi meminta masyarakat lebih berhati-hati terhadap potongan video, narasi yang tidak disertai konteks, serta informasi yang sumbernya tidak jelas. Masyarakat diminta melakukan verifikasi sebelum ikut menyebarkan suatu konten.

"Dalam situasi seperti ini, satu unggahan dapat menjangkau ribuan bahkan jutaan orang dalam waktu singkat. Karena itu, jangan sampai ruang digital justru menjadi ruang untuk memperkeruh suasana," ujarnya.

Meutya mengingatkan masyarakat untuk menahan diri sebelum membagikan informasi yang ditemukan di media sosial. Sumber informasi dan konteks sebuah konten perlu diperiksa agar masyarakat tidak ikut menyebarkan informasi yang keliru.

"Tahan sebelum membagikan, periksa sumbernya, periksa konteksnya, dan jangan ikut menyebarkan provokasi," tegasnya.

Komdigi juga mengingatkan adanya potensi pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi aksi demonstrasi untuk memecah belah masyarakat melalui ruang digital.

Menurut Meutya, penyebaran informasi yang provokatif dapat memperkeruh situasi dan berpotensi menimbulkan dampak lebih luas ketika dikonsumsi dan dibagikan secara masif.

"Kami ingin masyarakat tetap dapat menyampaikan suara dan aspirasinya dengan aman. Pada saat yang sama, kami memastikan ruang digital tidak digunakan untuk menghasut, menyebarkan kebencian, ataupun menyebarkan informasi palsu yang dapat merugikan masyarakat," katanya.

Meutya menegaskan kebebasan menyampaikan pendapat harus berjalan seiring dengan tanggung jawab dalam menjaga ruang publik, termasuk ruang digital.

"Kebebasan berpendapat dan tanggung jawab menjaga ruang publik harus berjalan bersama," ujarnya.

Peringatan Komdigi tersebut disampaikan di tengah aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR RI, Jakarta, yang turut menjadi perhatian di media sosial. Berbagai siaran langsung dari lokasi aksi beredar luas dan ditonton masyarakat secara real time.

Komdigi menilai masyarakat perlu menjadi pengguna ruang digital yang lebih kritis agar konten yang dibuat demi mengejar jumlah penonton atau keuntungan tidak secara otomatis dianggap sebagai informasi yang valid.* (k/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sistem Otomatis Salah Tangkap, Meta Akhirnya Akui Biang Kerok Pemblokiran Massal Akun WhatsApp di Indonesia
Ngebut di Era Digital Menkomdigi Ungkap 4G Nyaris Sikat 99% Penduduk, 5G Masih Merayap
Perpres Transportasi Online Segera Terbit, Tarif Ojol Orang hingga Kirim Makanan Bakal Diatur
Terbongakar Prabowo Sebut Susanah Pengupas Bawang, Fakta di Lapangan Ternyata Pekerja Dapur MBG
Diadukan Warga soal Kampanye LGBTIQ+, Komdigi Minta Apple-Google Hapus Hornet dari Indonesia
Video Demo Lama Diedit Ulang, Menkomdigi Ungkap Modus Hoaks Jelang HUT RI
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru