BREAKING NEWS
Kamis, 22 Oktober 2026

Zulhas Tegaskan Tak Ada Toleransi SPPG Lalai, Pengiriman MBG Terlambat Bisa Picu Keracunan

Nurul - Sabtu, 05 September 2026 16:11 WIB
Zulhas Tegaskan Tak Ada Toleransi SPPG Lalai, Pengiriman MBG Terlambat Bisa Picu Keracunan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas. (foto: Zulkifli Hasan/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDAR LAMPUNG – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menyatakan akan menertibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlambat mengirimkan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Zulhas mengatakan keterlambatan pengiriman makanan menjadi salah satu faktor yang dapat memicu kasus keracunan dalam program MBG.

Pernyataan itu disampaikan saat dikonfirmasi wartawan seusai menghadiri kegiatan Lampung Financial Festival (Finfest) 2026 di Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026).

Baca Juga:

"Dapur bagus, semua bagus. Tapi budaya. Misalnya, masak harusnya dikirim jam 6, mungkin bangunnya kesiangan, dikirimnya jam 11. Itu menimbulkan keracunan," kata Zulhas.

Menurut Zulhas, kasus keracunan dalam program MBG merupakan kesalahan manusia, baik yang terjadi akibat kelalaian maupun tindakan yang disengaja.

Karena itu, pemerintah akan mengevaluasi sistem distribusi makanan dari SPPG. Evaluasi tersebut ditargetkan selesai dalam dua bulan ke depan.

Zulhas mengatakan tidak boleh ada toleransi terhadap SPPG yang terbukti lalai dalam menjalankan prosedur.

Sanksi juga dapat diberikan kepada karyawan yang dianggap bertanggung jawab atas kelalaian tersebut.

"Ini kan menyangkut banyak kebiasaan kita, karena ini menyangkut 60 juta orang. Ini yang kami lagi tertibkan. Kasih waktu dua bulan, kami akan menyelesaikan ini. Dan saya sudah minta tidak boleh ada toleransi. Yang lalai, ganti. SPPG siapa saja yang terlibat, ganti. Kita tidak boleh mempertaruhkan anak kita walaupun satu orang keracunan," tuturnya.

Pemerintah menilai ketepatan waktu distribusi menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat MBG.

Selain kualitas makanan di dapur, proses pengiriman juga perlu mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.

Evaluasi tersebut dilakukan di tengah munculnya sejumlah kasus dugaan keracunan yang berkaitan dengan program MBG di beberapa daerah.

Berdasarkan data terakhir Badan Gizi Nasional (BGN), seluruh korban dugaan keracunan di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, telah membaik. Namun, sebanyak 22 orang masih menjalani perawatan di sembilan rumah sakit setempat.

Wakil Kepala BGN Mayor Jenderal TNI Trenggono mengatakan dari 748 santri yang terdampak, sebagian besar telah kembali ke pondok setelah mendapatkan perawatan medis.

BGN sebelumnya telah menangguhkan operasional SPPG Kali Tengah di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, pada Rabu (2/9/2026) menyusul kejadian tersebut.

Penangguhan dilakukan untuk memberikan ruang bagi proses investigasi dan evaluasi terhadap dugaan kelalaian serta ketidakpatuhan petugas dapur dalam menjalankan prosedur operasional standar.

Selain menangguhkan operasional SPPG Kali Tengah, BGN juga mencopot kepala dapur SPPG tersebut.

Pemeriksaan terhadap penerapan prosedur operasional standar akan dilakukan untuk mengetahui penyebab kejadian.

Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi pemerintah terhadap pelaksanaan program MBG, terutama dalam memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat memenuhi standar keamanan dan kelayakan konsumsi.

Pemerintah kini menaruh perhatian pada seluruh tahapan penyediaan makanan, mulai dari proses memasak di dapur SPPG hingga distribusi kepada penerima manfaat.

Evaluasi dalam dua bulan ke depan diharapkan dapat memperbaiki sistem distribusi sekaligus mencegah kasus serupa kembali terjadi.

Pemerintah juga menegaskan keselamatan penerima manfaat menjadi prioritas dalam pelaksanaan program MBG.* (km/ad)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Avtur Naik, Kemenhub Naikkan Batas Fuel Surcharge Tiket Pesawat Jadi 40 Persen
Rp103 Miliar Disebut Buat Podcast, Menkop Ferry: Tidak Tepat! Ini Penjelasannya
Harlah Kejaksaan RI ke-81, Wali Kota Mahyaruddin Dorong Sinergi dan Penegakan Hukum Berkeadilan
Tak Mau Aset Pemko Menganggur, Wali Kota Tanjungbalai Sulap Gedung Terbengkalai Jadi Kantor: Dukung Pelayanan Publik
Bupati Fery Sahputra Blusukan ke Pasir Tuntung, Warga Sampaikan Aspirasi dan Keluhan
Dibongkar Zulhas! 748 Santri Keracunan MBG di Sidoarjo Akibat Masak Pagi Dikirim Siang dan Penempatan Makanan Sembarangan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru