BREAKING NEWS
Senin, 12 Oktober 2026

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Wajah Baru BGN, Geser Fokus Target ke Pembenahan Mutu

Adelia Syafitri - Senin, 12 Oktober 2026 11:17 WIB
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Wajah Baru BGN, Geser Fokus Target ke Pembenahan Mutu
ilustrasi MBG. (Foto: Doc.Biro Hukum dan Humas BGN
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Transparansi dan Penanganan Kasus Keracunan Jadi Evaluasi

Agustinus menilai keberhasilan pembenahan BGN tidak cukup diukur dari jumlah penerima manfaat atau banyaknya dapur yang beroperasi. Penilaian juga perlu memperhatikan keamanan pangan, keterbukaan informasi, dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran.

Ia menyoroti pentingnya kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab apabila terjadi kasus keracunan makanan. Menurutnya, penanganan setiap kasus harus disertai penelusuran dan pemberian sanksi apabila ditemukan pelanggaran sesuai ketentuan hukum.

"Hal ini tentu mencederai rasa keadilan dan juga melukai batin para korban (siswa), orangtua korban, guru dan masyarakat," ujar Agustinus.

Ia juga mendorong keterbukaan informasi terkait perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan evaluasi MBG agar masyarakat dapat ikut mengawasi program tersebut.

Sementara itu, Irma meminta BGN mempertahankan pengawasan terhadap kinerja sumber daya manusia dan kualitas makanan. Ia menilai komunikasi antara BGN dan DPR juga perlu terus diperkuat untuk mendukung evaluasi kebijakan.

Sudaryono Buka Ruang Kritik dan Masukan

Sudaryono dilantik untuk memimpin BGN pada 22 Juli 2026. Setelah menjabat, ia menegaskan bahwa pelaksanaan MBG membutuhkan kerja sama banyak pihak dan tidak dapat diselesaikan oleh satu orang saja.

"Kami bukanlah Superman. Tentu saja tidak mungkin saya menyelesaikan persoalan atau program ini sendirian. Kami bersama semua tim, baik yang aktif maupun seluruh stakeholder, ingin lebih banyak mendengar dan lebih banyak menerima masukan dari semua pihak," ujar Sudaryono di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Ia menyatakan BGN terbuka terhadap kritik, saran, dan gagasan dari masyarakat maupun pemangku kepentingan. Masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam pengambilan keputusan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG.

"Kalau barangkali ditemukan hal-hal yang janggal, ada ide-ide baru, kami siap menerima masukan dan menjadikannya bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan," katanya.

Ke depan, pembenahan BGN akan dinilai melalui sejumlah aspek, mulai dari penurunan kasus keracunan makanan, ketepatan sasaran penerima manfaat, efisiensi anggaran, hingga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan program.

Berbagai evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih aman, tepat sasaran, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.* (k/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
SKANDAL MBG MEDAN! Data RAB vs Realisasi SPPG Tembung 3 Bocor, Dugaan Mark-Up Rp 19,3 Juta dalam 7 Hari Kerja - Beras Dimainkan Tiap Hari
Geger 17 Siswa SD di Medan Diduga Keracunan Makanan MBG, Ketua DPRD Pinta Polisi Usut Dapur SPPG
Di Balik Korupsi Rp 863 Miliar Motor Listrik MBG: Pengadaan Fiktif Baterai Hingga Keterlibatan Perwira
4 Siswa SD di Medan Masih Dirawat Usai Mengeluh Mual Setelah Santap Makanan Program MBG
Gempar Mayat Terborgol Dikaitkan Dapur MBG di Kendal, BGN Langsung Pasang Badan
SPPG Resmi Ditutup! PDIP Sumut Buka Suara Buntut 17 Murid SD Medan Tumbang usai MBG
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru