BREAKING NEWS
Rabu, 21 Oktober 2026

Kepala BGN Sudaryono Bongkar Praktik Calo Dapur MBG, Minta Jatah Rp1.000 per Ompreng Tanpa Keluar Modal

Adelia Syafitri - Selasa, 20 Oktober 2026 08:51 WIB
Kepala BGN Sudaryono Bongkar Praktik Calo Dapur MBG, Minta Jatah Rp1.000 per Ompreng Tanpa Keluar Modal
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. (foto: BGN)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

"Lantas apa yang dia lakukan? Karena dia bekerjasama sama oknum-oknum terdahulu yang ada di BGN, dia bikin titik-titik, terus dia suruh orang bangun. Setelah bangun, jalan, dia minta, 'Eh, per ompreng minta 500 ya, minta 1.000 ya.' Dia nggak ada peranan apa-apa, dia ngelola dapur nggak, ikut bangun nggak, memodali nggak, cuman hanya karena dia punya yayasan yang punya titik di BGN," ujar Sudaryono.

Menurut Sudaryono, praktik tersebut tidak mencerminkan hubungan kerja sama yang adil.

Mitra yang mengeluarkan modal dan menanggung biaya operasional justru harus membagikan sebagian pendapatannya kepada pihak yang tidak memberikan kontribusi nyata.

BGN memandang keadaan tersebut sebagai praktik pengambilan keuntungan melalui perantara yang perlu dihentikan.

Sudaryono menilai pungutan dari yayasan perantara dapat memberikan tekanan keuangan kepada mitra pengelola dapur.

Ia memberikan contoh mitra yang semestinya memperoleh keuntungan Rp2.000 per porsi, tetapi harus menyerahkan Rp1.000 kepada yayasan yang tidak terlibat dalam pengelolaan.

Artinya, separuh dari keuntungan yang seharusnya diterima mitra dapat berkurang akibat potongan tersebut.

Kondisi itu dikhawatirkan mendorong pengelola dapur melakukan penghematan yang justru berdampak terhadap mutu makanan.

"Itu yang kita rasa tidak adil, sehingga menambah rente. Paham? Nah kalau nambah rente tuh artinya yang tadinya harusnya 2.000 dia dapat untung, dipotong 1.000 sama orang yang nggak ada peranan apa pun. Yang dilakukan apa? Pasti menurunkan kualitas makanan, ya. Sehingga saya ingin membersihkan yayasan-yayasan yang nyalo," tuturnya.

Sudaryono menegaskan bahwa tujuan utama program MBG adalah memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, bukan menjadi sumber keuntungan bagi pihak yang tidak terlibat dalam pelaksanaannya.

Karena itu, anggaran dan biaya operasional harus dikelola secara tepat agar kualitas makanan tetap terjaga.

Meski demikian, dampak pemotongan tersebut terhadap kualitas makanan di setiap dapur masih memerlukan pemeriksaan.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BEM UI Kritik Keras 2 Tahun Prabowo-Gibran: Pemerintahan Gagal, untuk Apa Dievaluasi? Sudah Tak Ada Harapan
2 Tahun Prabowo-Gibran, BEM UI dan Mahasiswa Sejumlah Kampus Turun ke Jalan Hari Ini!
Sentil Jawaban Doorstop, Sudirman Said Desak Pemerintah Klarifikasi Resmi Polemik Ijazah Gibran
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, BEM UI dan Koalisi Sipil bakal Demonstrasi di Jakarta Besok
Partai Gerindra Klaim 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Berhasil Perkuat Ekonomi hingga Sektor Pangan
Disentil Menteri Singapura Soal Oksigen vs Asap, Syahganda Dinilai Tak Mewakili Prabowo
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru