BREAKING NEWS
Selasa, 28 April 2026

Mengapa Kita Sibuk pada Tumbler Ketika Sumatera Tenggelam?

Adam - Senin, 01 Desember 2025 07:51 WIB
Mengapa Kita Sibuk pada Tumbler Ketika Sumatera Tenggelam?
Wilayah yang terdampak banjir di wilayah Tapanuli. (foto: Bobby Nasution/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Oleh:Ratna Puspita.

SEBUAH video yang beredar dari Sibolga, Sumatera Utara, memperlihatkan air berwarna cokelat pekat mengalir deras dan merendam rumah hingga hanya menyisakan atap. Dua orang mengenakan kaos dan celana pendek duduk di atap salah satu rumah.

Di seberang mereka, beberapa orang tampak berdiri dan duduk di atap rumah lain, menunggu pertolongan.

Baca Juga:

Video lain memperlihatkan air yang meluap dari sungai, menerjang ke jalan, membuat warga berlarian menghindari arus.

Rekaman-rekaman lain menunjukkan kayu-kayu besar dibawa banjir, sementara beberapa orang dengan tubuh berlumuran lumpur berusaha menembus jalan yang tertutup material.

Tak lama berselang, gambar-gambar lain datang dari Aceh. Air cokelat pekat, dengan ketinggian hampir mencapai atap rumah, mengalir deras membawa perabotan rumah warga.

Jalan-jalan di Langsa terendam air, mobil-mobil tenggelam, dan seorang perempuan berjilbab dengan payung di tangan berjalan hati-hati di genangan setinggi dada.

Visual serupa muncul dari Sumatera Barat. Arus air yang deras menghanyutkan sebuah mobil. Ketika air surut, kendaraan terbenam lumpur, dan jalanan dipenuhi batang pohon serta material longsor.

Tiga tragedi besar ini terjadi hampir bersamaan pada November ini. Namun ketika Sumatera berjuang melawan banjir dan longsor, percakapan publik di dunia digital justru terpusat pada isu jauh lebih ringan, yakni hilangnya sebuah tumbler di KRL.

Fenomena ini sering dibaca sebagai tanda krisis empati, tetapi mungkin yang terjadi justru sebaliknya, yakni masyarakat sedang mengalami kelelahan di dunia nyata.

Saat ini, publik menghadapi tekanan ekonomi yang nyata, dengan daya beli menurun dan 59,40 persen pekerja Indonesia masih berada di sektor informal, yakni sebuah kondisi yang rapuh secara finansial.

Di sisi lain, beban mental kerja semakin berat. Riset 2023 menunjukkan bahwa pekerja di Jabodetabek menghabiskan waktu hingga dua jam untuk mencapai kantor. Waktu tempuh itu belum termasuk kepadatan kereta pada jam berangkat dan pulang.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Update BNPB: 442 Orang Meninggal, 402 Hilang Akibat Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Senin 1 Desember 2025: Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan
Prakiraan Cuaca Sumut Hari Ini, Senin 1 Desember 2025: Mayoritas Wilayah Diguyur Hujan
Starlink Hidupkan Lagi Komunikasi Warga Aceh Setelah Lima Hari Terisolasi
Update Terbaru BNPB: 316 Korban Jiwa Banjir dan Longsor di Sumut, Aceh, dan Sumbar, Pencarian Masih Berlanjut
Ratusan Warga Ramaikan MTQ dan Festival Nasyid di Limau Manis, Doa untuk Banjir Deli Serdang Menggema
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru