BREAKING NEWS
Selasa, 10 Maret 2026

Jangan Salahkan Alam

BITV Admin - Jumat, 05 Desember 2025 08:04 WIB
Jangan Salahkan Alam
Banjir yang melanda Aceh Tamiang beberapa waktu lalu. (foto: Hendri Jeriss/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Ada rumusnya. Bencana ialah hasil dari bahaya alam ditambah paparan (exposure) dan kerentanan (vulnerability).

'Kerusakan (bencana) besar terjadi bukan semata karena alam, melainkan karena keputusan manusia yang membuat masyarakat rentan', tulis UNDRR dalam pernyataan resmi mereka.

Sangat tidak adil, memang, bila kita selalu mengambinghitamkan alam sebagai biang bencana. Kita, manusia, yang 'rajin' mempersempit sungai, menggunduli gunung, mencacah bukit dengan alat berat, mengubah peruntukan hutan menjadi perkebunan sawit.

Namun, kita pula yang paling pertama menunjuk alam sebagai tertuduh setiap kali datang bencana.

Dengan meletakkan begitu saja kata 'alam' di belakang kata 'bencana', kita seperti sedang berupaya membebaskan diri dari tanggung jawab, sekaligus melempar tanggung jawab itu kepada alam.

Alam tak pernah bermaksud unjuk murka, alam tidak menciptakan bencana, tapi kita selalu dengan mudahnya menarasikan setiap bencana sebagai bencana alam.

Di jagat kehidupan ini, alam sesungguhnya hanya menjalankan mekanismenya. Bencana terjadi ketika manusia gagal menjalin 'persahabatan' dengan alam sehingga tidak lagi mampu menghadapi mekanisme tersebut.

Dengan kata lain, yang menciptakan bencana ialah kerentanan manusia, bukan alam itu sendiri.

Karena itu, sepakat dengan konsep pemahaman UNDRR soal bencana alam, penggunaan istilah yang tepat sangat penting. Bukan semata secara semantik, melainkan juga penting dalam memengaruhi cara masyarakat dan negara memahami masalah.

Jika bencana dianggap sebagai sesuatu yang alami, intervensi yang dilakukan cenderung hanya reaktif. Pun, karena alam dianggap satu-satunya pihak yang bersalah, pemerintah pun bisa berpura-pura tak punya andil kesalahan.

Apa risikonya kalau pemerintah tidak merasa bersalah? Akan banyak pejabat yang justru memanfaatkan duka bencana sebagai ajang untuk menaikkan citra diri.

Kita lihat saja pada bencana Sumatra. Contohnya terpampang jelas. Ada pejabat negara yang pada saat menjabat menteri kehutanan, beberapa tahun lalu, royal memberikan izin pembalakan hutan kini seolah telah berubah menjadi malaikat.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Isu 250 Warga Kampung Dalam Tewas Disapu Banjir, Bupati Aceh Tamiang Bantah: Sesat!
Bhayangkari Polda Aceh Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Lewat Laut dan Udara
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Jumat 5 Desember 2025: Seluruh Wilayah Berawan hingga Hujan Ringan
Aceh Terendam Banjir, Gubernur Mualem: ‘Kalau Cengeng, Lebih Baik Mundur
Kapolda Aceh, Wagub, dan BNPB Bergerak Cepat Tinjau Posko Pengungsi di Singkil
Darurat Bencana, Satgas PKH Didesak Tindak Mafia Hutan di Sumatera
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru