BREAKING NEWS
Kamis, 22 Januari 2026

Menjemput yang Tak Terlihat: Sekolah Rakyat dan Ikhtiar Presiden Memutus Rantai Kemiskinan bagi "The Invisible People"

BITV Admin - Jumat, 16 Januari 2026 08:40 WIB
Menjemput yang Tak Terlihat: Sekolah Rakyat dan Ikhtiar Presiden Memutus Rantai Kemiskinan bagi "The Invisible People"
Presiden Prabowo saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi, Banjarbaru, 12 Januari 2026. (foto: kemensosri/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Sekolah Rakyat bukan sekolah biasa: ia sebuah ekosistem

Sekolah Rakyat tidak dijalankan sebagai sekolah dalam pengertian sempit. Ia dibangun sebagai ekosistem perlindungan, pemulihan, dan pemberdayaan karena kemiskinan tidak hanya tentang kurangnya uang, tetapi juga tentang rapuhnya kesehatan, sempitnya peluang, dan absennya lingkungan yang aman.

Di Sekolah Rakyat, anak-anak belajar 24 jam bukan karena kita ingin mengekang, tetapi karena kita ingin memastikan mereka tumbuh dalam ritme yang terjaga: sehat, tertib, percaya diri, dan punya arah. Sepanjang waktu adalah pelajaran.

Karena itu, sejak awal masuk, kami memastikan hal-hal paling mendasar:
• Cek Kesehatan Gratis, sebagai bagian dari program prioritas Presiden.
• Pemenuhan gizi: tiga kali makan dan dua kali snack setiap hari.

Sekolah Rakyat tidak memakai tes akademik sebagai pintu masuk. Sebab banyak anak yang tertinggal bukan karena tidak cerdas, melainkan karena tidak pernah diberi kesempatan.

Untuk memetakan potensi mereka, kami menggunakan tes DNA-Talent berbasis teknologi agar anak dikenali bukan dari kekurangannya, melainkan dari kekuatannya.

Pendidikan formal dijalankan dengan kurikulum yang personal, didampingi guru-guru tersertifikasi, dengan panduan dari Kemendikdasmen untuk kurikulum dan rekrutmen guru.

Di asrama, anak-anak dibimbing oleh wali asuh dan wali asrama membangun kebiasaan hidup sehat, disiplin, tertib, dan mandiri.

Untuk pembinaan kedisiplinan, kami dibantu TNI. Untuk keamanan, kami dibantu Polri. Dukungan psikologis juga diberikan oleh para profesional.

Proses belajar mengajar memanfaatkan LMS (Learning Management System), dengan dukungan laptop untuk siswa dan guru sebagai media pembelajaran di kelas; sementara penggunaan HP dibatasi.

Sekolah Rakyat kami posisikan sebagai "kawah candradimuka": tempat anak-anak yang selama ini dianggap rapuh ditempa menjadi pribadi tangguh; bukan untuk meninggalkan keluarganya, tetapi untuk mengangkat keluarganya.

Enam bulan berjalan: perubahan yang sederhana, tapi fundamental

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Hadiri Rakornas Urusan Pemerintahan Umum, Bupati Labusel: Daerah Bukan Hanya Pelaksana, tapi Mitra Strategis Pembangunan Nasional
Wakapolda Aceh Hadiri Peringatan Isra Mikraj di Masjid Raya Baiturrahman, Perkuat Sinergi dengan Masyarakat
Ketua TP PKK Deli Serdang Tekankan Penguatan Dasawisma sebagai Ujung Tombak dalam 10 Program Pokok PKK
Tak Terima Nama Baik Tercemar, Guru di Jambi Laporkan Siswa Pelaku Kekerasan
KPAI Catat 2.031 Kasus Pelanggaran Hak Anak di 2025, Pelaku Terbanyak Orang Tua
Mahfud MD: Rekrutmen Polri Harus Bebas Titipan DPR, Parpol, dan Menteri
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru