BREAKING NEWS
Kamis, 22 Januari 2026

Menjemput yang Tak Terlihat: Sekolah Rakyat dan Ikhtiar Presiden Memutus Rantai Kemiskinan bagi "The Invisible People"

BITV Admin - Jumat, 16 Januari 2026 08:40 WIB
Menjemput yang Tak Terlihat: Sekolah Rakyat dan Ikhtiar Presiden Memutus Rantai Kemiskinan bagi "The Invisible People"
Presiden Prabowo saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi, Banjarbaru, 12 Januari 2026. (foto: kemensosri/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Enam bulan adalah waktu yang singkat untuk menyelesaikan persoalan turun-temurun. Tetapi enam bulan cukup untuk melihat tanda-tanda awal: bahwa jika anak merasa aman dan diperhatikan, mereka tumbuh.

Perubahan pertama yang kami lihat ada pada kesehatan. Berat badan dan tinggi badan meningkat, kebugaran membaik, anemia menurun.

Bahkan, tidak sedikit seragam sekolah yang sudah tidak lagi muat dalam waktu tiga bulan. Ini terlihat sederhana, tetapi sangat mendasar: anak yang sehat punya kesempatan belajar yang lebih baik.

Perubahan juga terjadi pada mental dan perilaku. Anak-anak menjadi lebih disiplin, lebih lembut dalam bersikap, tidak mudah mengantuk di kelas, dan semakin mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Banyak yang meraih prestasi membanggakan.

Di sisi akademik, perubahan terjadi dari yang paling dasar. Ada anak yang sebelumnya belum lancar membaca, kini mulai mengeja dengan percaya diri, lalu membaca dengan lebih lancar.

Melalui pemetaan talenta, kami menemukan potensi yang beragam: ada yang kuat di STEM, ada yang menonjol di bidang sosial, ada pula yang berbakat di bahasa.

Yang paling menggetarkan hati sering kali datang dari orang tua. Setelah beberapa bulan, anak-anak mendapat kesempatan pulang. Pesan-pesan yang kami terima sederhana, tapi dalam maknanya:
• "Terima kasih, anak kami lebih rajin sholat, bahkan mengajak kakak-kakaknya."
• "Terima kasih, sekarang anak kami bisa bangun pagi."
• "Puji Tuhan, sekarang anak kami mau membantu beres-beres rumah."
• "Terima kasih, anak kami tidak lagi kecanduan HP."
• "Terima kasih, anak kami tidak lagi menyendiri, mau bermain, dan lebih percaya diri."

Pada titik ini, kami semakin yakin: Sekolah Rakyat tidak hanya mengubah anak; Sekolah Rakyat memulihkan harapan dalam satu keluarga.

Memutus rantai kemiskinan berarti juga menguatkan keluarganya

Sesuai Inpres No. 8 Tahun 2025, Sekolah Rakyat adalah bagian dari strategi pengentasan kemiskinan. Karena itu, ikhtiar ini tidak berhenti pada pendidikan anaknya. Kami juga memetakan kondisi sosial ekonomi keluarga siswa dengan berbekal DTSEN.

Keluarga siswa Sekolah Rakyat akan mendapatkan intervensi: bantuan sosial yang lengkap, jaminan kesehatan nasional, perbaikan rumah tidak layak huni, program pemberdayaan, serta fasilitasi menjadi anggota Koperasi Merah Putih untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Tujuannya jelas: bukan hanya anaknya yang tumbuh dan lulus, tetapi keluarganya ikut berdaya dan "naik kelas".

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Hadiri Rakornas Urusan Pemerintahan Umum, Bupati Labusel: Daerah Bukan Hanya Pelaksana, tapi Mitra Strategis Pembangunan Nasional
Wakapolda Aceh Hadiri Peringatan Isra Mikraj di Masjid Raya Baiturrahman, Perkuat Sinergi dengan Masyarakat
Ketua TP PKK Deli Serdang Tekankan Penguatan Dasawisma sebagai Ujung Tombak dalam 10 Program Pokok PKK
Tak Terima Nama Baik Tercemar, Guru di Jambi Laporkan Siswa Pelaku Kekerasan
KPAI Catat 2.031 Kasus Pelanggaran Hak Anak di 2025, Pelaku Terbanyak Orang Tua
Mahfud MD: Rekrutmen Polri Harus Bebas Titipan DPR, Parpol, dan Menteri
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru