BREAKING NEWS
Kamis, 22 Januari 2026

Menjemput yang Tak Terlihat: Sekolah Rakyat dan Ikhtiar Presiden Memutus Rantai Kemiskinan bagi "The Invisible People"

BITV Admin - Jumat, 16 Januari 2026 08:40 WIB
Menjemput yang Tak Terlihat: Sekolah Rakyat dan Ikhtiar Presiden Memutus Rantai Kemiskinan bagi "The Invisible People"
Presiden Prabowo saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi, Banjarbaru, 12 Januari 2026. (foto: kemensosri/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Jalan panjang sesudah lulus: hilirisasi masa depan

Sekolah Rakyat harus berkelanjutan. Anak-anak tidak boleh berhenti di bangku sekolah. Mereka harus terus dibimbing agar punya kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi, atau menjadi pekerja terampil dan wirausaha mandiri.

Untuk lulusan yang memenuhi kompetensi akademik, khususnya dari jenjang Sekolah Rakyat Menengah Pertama, kami bimbing untuk mengikuti seleksi masuk ke SMA Garuda.

Kami juga telah mewawancarai lebih dari 6.000 siswa Sekolah Rakyat jenjang atas (SRMA). Hasilnya: 75,3% ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, sementara 24,7% memilih menjadi pekerja terampil atau berwirausaha.

Karena itu, kami menjalin kerja sama lintas kementerian/lembaga: pendampingan persiapan masuk perguruan tinggi dan beasiswa, peluang kerja, pelatihan keterampilan, hingga jejaring dunia usaha, BUMN, universitas, dan sekolah kedinasan.

Di titik ini, kami berangkat dari sebuah keyakinan: tidak ada ciptaan Tuhan yang sia-sia. Setiap manusia diciptakan dengan keunikan dan justru di situlah letak kekuatannya. Jika keunikan itu dirawat dan diarahkan, ia menjadi modal untuk meraih masa depan.

Menulis sejarah dengan kerja sunyi

Sekolah Rakyat adalah kerja kolektif. Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang terlibat kementerian/lembaga, pemerintah daerah, TNI-Polri, BPS, Bappenas, para tenaga ahli, para kepala sekolah, guru, wali asuh, wali asrama, tenaga kependidikan, pendamping sosial, dan para orang tua yang menitipkan harapan mereka pada program ini.

Kami ingin memastikan gagasan ini dikenang sebagai peristiwa Sejarah. Saat harapan tidak lagi diwariskan sebagai masa lalu, melainkan disiapkan sebagai masa depan.

Dan kelak, ketika anak-anak dari tepian sungai, lereng bukit, dan sudut-sudut negeri berdiri sejajar di tengah bangsa ini, orang akan berkata pelan: di masa itu, pernah ada seorang presiden yang menanam harapan dan menamainya Sekolah Rakyat, Presiden itu adalah Jenderal TNI (Purnawirawan) Prabowo Subianto.* (news.detik.com)


*) Penulis adalah Menteri Sosial RI.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Hadiri Rakornas Urusan Pemerintahan Umum, Bupati Labusel: Daerah Bukan Hanya Pelaksana, tapi Mitra Strategis Pembangunan Nasional
Wakapolda Aceh Hadiri Peringatan Isra Mikraj di Masjid Raya Baiturrahman, Perkuat Sinergi dengan Masyarakat
Ketua TP PKK Deli Serdang Tekankan Penguatan Dasawisma sebagai Ujung Tombak dalam 10 Program Pokok PKK
Tak Terima Nama Baik Tercemar, Guru di Jambi Laporkan Siswa Pelaku Kekerasan
KPAI Catat 2.031 Kasus Pelanggaran Hak Anak di 2025, Pelaku Terbanyak Orang Tua
Mahfud MD: Rekrutmen Polri Harus Bebas Titipan DPR, Parpol, dan Menteri
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru