BREAKING NEWS
Senin, 23 Februari 2026

Prabowo, LPDP, Investasi Negara, dan Krisis Nasionalisme

BITV Admin - Senin, 23 Februari 2026 09:28 WIB
Prabowo, LPDP, Investasi Negara, dan Krisis Nasionalisme
Alumnus penerima beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Dwi Sasetyaningtyas yang menyampaikan narasi "cukup saya yang WNI, anak jangan". (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Komitmen Prabowo

LPDP perlu mencontoh Presiden Prabowo Subianto dalam memberikan beasiswa kepada anak-anak muda terbaik bangsa. Bagi Prabowo, pendidikan tinggi merupakan investasi SDM dalam rangka untuk menciptakan manusia-manusia unggul dan berjiwa nasionalis yang kelak akan berkontribusi untuk kemajuan bangsa.

Sebagaimana diketahui, sejak menjadi pengusaha hingga menjadi presiden, Prabowo telah memberikan beasiswa kepada anak-anak muda terpilih. Pada saat menjadi pengusaha, Prabowo sudah membiayai pendidikan anak-anak muda terbaik bangsa untuk melanjutkan studi di luar negeri.

Di antara anak muda yang diberi beasiswa adalah Sugiono dan Sudaryono. Sugiono melanjutkan pendidikan di Norwich University Amerika Serikat, sementara Sudaryono menempuh pendidikan di National Defense Academy of Japan.

Hasilnya, saat ini Sugiono diberi kepercayaan menjadi menteri luar negeri, sedangkan Sudaryono menjadi wakil menteri pertanian. Keduanya mengabdi sepenuh hati untuk bangsa dan negara.

Selanjutnya, pada saat menjadi pejabat militer, baik sebagai Danjen Kopassus maupun Menteri Pertahanan, Prabowo mendorong perwira-perwira cerdas untuk melanjutkan studi ke luar negeri.

Prabowo juga memberikan beasiswa kepada anak-anak dari awak KRI Nanggala 402 yang gugur dalam tragedi tenggelamnya kapal selam tersebut.

Dan, pada saat menjadi Presiden Indonesia, Prabowo memperkuat program beasiswa KIP Kuliah dan LPDP. Salah satu janji konkretnya adalah akan memberikan beasiswa bagi 10.000 calon dokter untuk memenuhi kekurangan tenaga medis di Indonesia.

Perbaikan ke Depan

Penting untuk diingat bahwa setiap rupiah yang digunakan untuk membiayai pendidikan para penerima beasiswa LPDP merupakan berasal dari APBN. Dana tersebut merupakan akumulasi dari pajak rakyat, mulai dari pedagang pasar, para petani, nelayan, hingga buruh pabrik.

Beasiswa tersebut diberikan dengan harapan para penerimanya akan menjadi motor penggerak kemajuan Indonesia.

Pernyataan alumnus LPDP Dwi Sasetyaningtyas yang secara sadar mempromosikan narasi "cukup saya yang WNI, anak jangan", merupakan kontradiksi etis yang patut disesalkan. Seseorang yang pendidikannya ditinggikan oleh negara justru menunjukkan sikap skeptis terhadap identitas kebangsaannya sendiri.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Perkuat Dunia Kesehatan dan Pendidikan, RSU Permata Madina Sibuhuan Gandeng Universitas Aufa Royhan
HPSN 2026: Bupati Badung Pimpin Aksi Bersih Sampah Laut, 500 Peserta Ikut Kerja Bakti
Presiden Prabowo Tandatangani Perpres SMA Unggul Garuda, Siapkan Generasi Sains dan Teknologi
"Tough Guy", Sinyal Indonesia Penentu di BoP?
Pasca Banjir dan Longsor, PMD Tapteng dan Wahana Visi Indonesia Pastikan Layanan Air Bersih Desa Rampa dan Bonandolok Segera Pulih
Ketua TP PKK Bali Dukung Penuh Rasha Azzahra, Siap Tampil di Pemilihan Putra Putri Pelajar Indonesia 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru