PDIP Respons Pernyataan Prabowo soal Bung Karno: “Harus Diamalkan, Bukan Sekadar Diklaim”
JAKARTA Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Guntur Romli merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa Presiden perta
POLITIK
Oleh: Krisna
DI tengah konflik global seperti ketegangan antara Israel dan Iran, Indonesia seharusnya bisa tetap stabil.
Namun yang terjadi justru sebaliknya: sejumlah perusahaan dalam negeri terlihat "berpesta" di atas situasi, menaikkan harga bahan produksi—dari plastik, logam, hingga kebutuhan pokok—tanpa alasan yang jelas dan tanpa transparansi.Baca Juga:
Fenomena ini bukan sekadar dinamika pasar. Ini adalah cerminan dari lemahnya negara dalam mengawasi dan mengendalikan perilaku pelaku usaha. Harga dinaikkan sesuka hati, rantai distribusi dibiarkan liar, dan pada akhirnya rakyat yang menjadi korban.
Yang lebih mengkhawatkan, praktik ini menjalar hingga ke tingkat ritel. Pedagang kecil hingga besar ikut menaikkan harga tanpa dasar yang kuat. Tidak ada standar, tidak ada kontrol, seolah-olah pasar dibiarkan berjalan tanpa aturan. Pertanyaannya: di mana peran pemerintah?
Dinas Perindustrian dan Dinas Perdagangan yang seharusnya menjadi garda terdepan pengawasan justru tampak tidak hadir di lapangan.
Pengawasan lemah, penindakan nyaris tidak terdengar. Kalaupun ada razia, sering kali berakhir tanpa kejelasan. Publik pun bertanya-tanya: apakah hukum benar-benar ditegakkan, atau hanya sekadar formalitas?
Kondisi ini diperparah dengan penyalahgunaan barang subsidi. Gas LPG 3 kg yang diperuntukkan bagi rumah tangga miskin justru digunakan oleh restoran dan pelaku usaha komersial. Ini bukan sekadar pelanggaran kecil—ini adalah bentuk nyata kegagalan pengawasan yang merugikan masyarakat luas.
Sementara itu, rakyat dipaksa beradaptasi dengan harga yang terus melonjak. Sembako naik, biaya makan meningkat, dan daya beli terus tergerus. Jika dibiarkan, ini bukan hanya persoalan ekonomi rumah tangga, tetapi ancaman serius bagi stabilitas ekonomi nasional.
Yang paling terpukul adalah pelaku UMKM. Mereka terhimpit dari dua sisi: harga bahan baku naik tanpa kendali, sementara daya beli konsumen menurun. Di tengah kondisi seperti ini, negara seharusnya hadir sebagai pelindung—bukan penonton.
Bandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, di mana pengawasan harga dan penegakan aturan dilakukan dengan tegas dan konsisten.
Di sana, pelanggaran bukan hanya ditindak, tetapi juga dicegah sejak awal. Sementara di Indonesia, aturan sering kali hanya kuat di atas kertas, namun lemah dalam pelaksanaan.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka pesan yang tersampaikan kepada publik sangat jelas: siapa pun bebas menaikkan harga, selama pengawasan lemah dan penegakan hukum tidak berjalan. Ini bukan hanya kegagalan sistem, tetapi juga pengkhianatan terhadap kepentingan rakyat.
Sudah saatnya pemerintah berhenti diam. Pengawasan harus diperketat, penindakan harus nyata, dan pelaku usaha yang bermain curang harus diberi sanksi tegas. Negara tidak boleh kalah oleh kepentingan segelintir pihak.
Karena jika negara terus absen, maka yang akan terus membayar mahal adalah rakyatnya sendiri.*
*)Penulis adalah Wartawan bitvonline.com
JAKARTA Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Guntur Romli merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa Presiden perta
POLITIK
BANDA ACEH Sejumlah jurnalis dilaporkan mengalami dugaan intimidasi hingga kekerasan oleh aparat kepolisian saat meliput aksi demonstras
PERISTIWA
NGANJUK Presiden Prabowo Subianto menyoroti adanya elite yang kerap meneriakkan slogan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), namun
NASIONAL
MEDAN Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia pada Sabtu, 16 Mei 2026. Pel
EKONOMI
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyoroti dugaan perjalanan ke luar negeri tanpa izin yang dilakukan Wali Kota Medan Rico W
PEMERINTAHAN
TUBAN Presiden Prabowo Subianto menyatakan tidak semua partai politik dalam sebuah negara memiliki kualitas yang sama. Menurut dia, ada p
POLITIK
NGANJUK Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganju
SENI DAN BUDAYA
NGANJUK Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan kedekatannya dengan para petani saat menghadiri Panen Raya Jagung Serentak dan pelet
NASIONAL
NGANJUK Presiden Prabowo Subianto memuji kinerja Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Pujian
NASIONAL
NGANJUK Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani Nena Wea mengatakan pembangunan Museum Ibu Marsinah dan Rumah S
NASIONAL