Diperiksa KPK, Khalid Basalamah Bantah Keterlibatan dengan Eks Menteri Agama
JAKARTA Direktur sekaligus pemilik PT Zahra Oto Mandiri (Uhud Tour), Khalid Zeed Abdullah Basalamah, mengaku tidak pernah berinteraksi den
HUKUM DAN KRIMINAL
SEMARANG- Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep mengadakan kunjungan ke Kota Semarang, di mana ia bertemu dengan ratusan generasi muda dalam acara Zilenial Fest Gen Z & Milenial di Aula Hotel UTC, Semarang, pada Rabu malam (13/11/2024). Dalam kesempatan itu, Kaesang mengajak para pemuda untuk tidak mencampurkan isu sepak bola dengan politik, meskipun ia sempat menyindir kekalahan PSIS Semarang dalam pertandingan sepak bola yang menjadi perhatian banyak orang.
Kaesang hadir bersama calon gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan pasangan calon wali kota-wakil wali kota Semarang, Yoyok Sukawi-Joko Santoso. Ketiganya menyampaikan pesan kampanye dengan mengenakan jaket putih-biru yang kompak. Kaesang, yang juga putra Presiden Joko Widodo, tak hanya berbicara soal politik tetapi juga tentang pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menentukan masa depan daerah dan negara.
Acara yang dimulai sekitar pukul 20.30 WIB itu disambut antusias oleh ratusan anak muda Semarang. Dalam kesempatan tersebut, Kaesang tidak hanya mempromosikan kandidat yang didukung PSI dalam Pilkada Jateng dan Pilkada Semarang, tetapi juga menanggapi isu-isu yang berkaitan dengan sepak bola dan politik, yang belakangan sering kali saling terkait dalam percakapan masyarakat.
“Penonton dari Semarang Kota, coblos nomor loro (dua) ya, bocahe dewe. Mosok ora (masa tidak) nyoblos bocahe dewe. Sing due (yang punya) PSIS loh,” seru Kaesang yang disambut sorakan riuh dari hadirin yang hadir. Kaesang berbicara mengenai Yoyok Sukawi yang merupakan CEO PSIS Semarang, dan menyatakan dukungannya dengan gaya yang santai, namun tetap berfokus pada pentingnya memilih pasangan calon yang tepat untuk memimpin.
Namun, sorotan utamanya muncul ketika Kaesang mengingatkan para hadirin untuk tidak mencampuradukkan urusan sepak bola dengan politik. Ketika para penonton bersorak mengenai kekalahan PSIS, Kaesang dengan tegas mengungkapkan bahwa sepak bola dan politik harus dipisahkan.
“PSIS kalahan, Persis-ku yo (juga) kalahan. Tapi maksud saya sepak bola itu sepak bola, politik itu politik. Jangan dijadiin satu,” ujar Kaesang, yang langsung mendapatkan respons hangat dari para peserta acara.
Kaesang juga menambahkan, “Beliau (Yoyok) keluar duit berapa coba buat PSIS? Jateng is red (itu merah) bukan Jateng is blue (itu biru),” yang langsung disambut sorakan dari penonton. Beberapa di antaranya bahkan bersorak dengan teriakan “PDIP” yang mengarah pada warna biru identik dengan klub sepak bola tersebut.
Mendengar keraguan dari sebagian penonton yang mungkin salah paham, Kaesang segera merevisi ucapannya, “Maksudnya Jateng is red itu PSI, bukan partai sebelah,” ucapnya, yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan dari hadirin.
Dalam pidatonya, Kaesang menekankan pentingnya peran pemuda dalam perubahan politik. Ia mendorong mereka untuk tidak ragu menyuarakan aspirasi dan ikut berpartisipasi dalam demokrasi, terutama dalam memilih pemimpin daerah yang dapat membawa perubahan positif. “Kita semua adalah bagian dari masa depan. Jangan biarkan politik ditentukan oleh yang bukan pilihan kita,” tambah Kaesang.
Sementara itu, calon gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya pembangunan daerah yang merata dan berkeadilan, dengan mendengarkan suara anak muda. “Kami hadir untuk memberi ruang lebih banyak bagi generasi muda agar lebih terlibat dalam pembangunan,” ujarnya.
Senada dengan Kaesang, pasangan calon wali kota Semarang Yoyok Sukawi juga menekankan pentingnya dukungan pemuda dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan maju. Yoyok, yang juga dikenal sebagai CEO PSIS Semarang, berharap agar masyarakat Semarang, terutama anak muda, dapat lebih aktif terlibat dalam berbagai sektor, termasuk politik dan pemerintahan daerah.Selama acara, Kaesang juga mengingatkan para generasi muda untuk tetap menjaga netralitas, khususnya dalam menghadapi berbagai isu yang bisa merusak proses demokrasi. Ia mengingatkan bahwa meskipun sepak bola dan politik sering kali bersinggungan, tetap ada batasan yang perlu dihormati agar kedua hal tersebut tidak saling merusak satu sama lain.
Acara ini menegaskan komitmen Kaesang dan PSI untuk mendorong partisipasi politik yang lebih inklusif, terutama dari generasi muda, serta untuk memastikan agar proses politik tetap berjalan dengan adil dan tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yang dapat merugikan demokrasi. (JOHANSIRAIT)
JAKARTA Direktur sekaligus pemilik PT Zahra Oto Mandiri (Uhud Tour), Khalid Zeed Abdullah Basalamah, mengaku tidak pernah berinteraksi den
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel menilai uang sebesar Rp 3 miliar yang diterimanya dari
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama pemerintah kabupaten/kota
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menanggapi usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait mekanisme kaderisas
POLITIK
JAKARTA Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti maraknya temuan kecurangan dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan T
NASIONAL
MEDAN Kasus dugaan pembobolan dana perusahaan senilai Rp123,2 miliar menyeret seorang pejabat internal PT Toba Surimi Industries Tbk (PT T
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf (Mualem) menerima kunjungan kerja Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol. (Purn) Drs. Ahmad Luthfi di G
PEMERINTAHAN
JAKARTA PT MNC Asia Holding Tbk menyatakan akan mengajukan upaya banding atas putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam perkara perd
NASIONAL
LUBUK PAKAM Pemerintah Kabupaten Deli Serdang bersama DPRD Kabupaten Deli Serdang resmi menetapkan 20 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda
PEMERINTAHAN
MEDAN Muhammad Edison Ginting resmi ditetapkan sebagai calon tunggal Ketua Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) periode 20262028 setel
NASIONAL