Menhaj Sebut 14.115 Jemaah Umrah Masih Tertahan di Arab Saudi karena Gangguan Penerbangan
JAKARTA Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menyebutkan, sebanyak 50.374 jemaah umrah masih berada di Arab Saudi per 11
NASIONAL
JABAR -Perhelatan Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) semakin menarik perhatian dengan munculnya nama-nama baru yang berpotensi menggeser peta politik yang telah mapan selama ini. Dua figur yang kini menjadi sorotan adalah mantan Wali Kota Bogor, Bima Arya, dari Partai Amanat Nasional (PAN), dan Ilham Akbar Habibie, putra dari Presiden RI ke-3, BJ Habibie, yang baru saja mendapat restu dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) untuk maju di Pilgub Jabar.
Menurut pengamat politik dari Universitas Padjajaran (Unpad), Firman Manan, kehadiran kedua figur ini berpotensi mengubah dinamika politik di Pilgub Jabar. Bima Arya, yang telah menjabat sebagai Wali Kota Bogor selama dua periode, memiliki modal politik yang menjanjikan berdasarkan pengalaman dan prestasi yang telah ia raih.
“Figur-figur yang muncul pada Pilgub Jabar sebagian besar merupakan mantan bupati atau wali kota. Pengalaman dalam pengelolaan pemerintah ternyata menjadi variabel penting bagi pemilih. Kang Bima Arya tentunya memiliki potensi untuk meningkatkan elektabilitasnya dengan seriusitas yang dimilikinya,” ungkap Firman
Namun, Firman menyatakan bahwa tantangan serius dihadapi oleh Ilham Akbar Habibie. Meskipun mendapat restu dari NasDem, namun waktu yang semakin mendekat menuju pelaksanaan Pilgub Jabar membuatnya kesulitan untuk meningkatkan elektabilitasnya. Meskipun demikian, Firman menegaskan bahwa potensi tersebut masih terbuka, asalkan NasDem serius dalam menawarkan Ilham Habibie sebagai kandidat.
“Putra BJ Habibie ini akan menghadapi kesulitan karena minimnya rekam jejak lokal yang bisa meyakinkan pemilih di Jawa Barat. Namun, jika ada seriusitas dari NasDem, potensi itu masih terbuka lebar,” tambahnya.
Firman juga memberikan catatan terhadap kedua figur tersebut. Ia menyoroti bahwa partai yang mengusung Bima Arya dan Ilham Habibie merupakan partai menengah yang kemungkinan akan menghadapi kesulitan dalam membangun koalisi di Pilgub Jabar.
“PAN dan NasDem memiliki kursi yang tergolong sebagai partai menengah, sehingga akan kesulitan untuk membangun koalisi dengan partai yang memenangkan Pemilu. Mungkin potensi terbesar mereka adalah untuk menjadi calon wakil gubernur. Namun, jika elektabilitas mereka meningkat, maka segalanya masih mungkin,” tutupnya.
Dengan munculnya nama-nama baru seperti Bima Arya dan Ilham Akbar Habibie, Pilgub Jabar 2024 semakin menarik untuk diikuti. Dinamika politik yang berkembang di Jawa Barat menjadi sorotan utama bagi para pengamat politik dan masyarakat.
(N/014)
JAKARTA Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menyebutkan, sebanyak 50.374 jemaah umrah masih berada di Arab Saudi per 11
NASIONAL
JAKARTA Tersangka kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke7 Joko Widodo, Rismon Hasiholan Sianipar, resmi mengajukan permohonan restorativ
HUKUM DAN KRIMINAL
PEKANBARU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi memindahkan penahanan Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, beserta dua tersangka lain
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Perum Bulog Kanwil Sumatera Utara mulai menyalurkan bantuan pangan untuk alokasi Februari dan Maret 2026. Tahun ini, jumlah peneri
EKONOMI
JAKARTA Komisi VIII DPR menggelar rapat bersama Kementerian Haji dan Umrah untuk membahas kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 di t
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan di Kabupat
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku mendapat banyak kritik dari warganet di media sosial setelah nilai tukar rupiah se
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mengalami defisit Rp135,7 triliun hingga 28 Februari 20
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah memastikan proses penyidikan terkait tragedi longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Banta
HUKUM DAN KRIMINAL
TEHERAN Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, memperingatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tentang
INTERNASIONAL